Suara.com - Kedutaan Besar China di Malaysia mengatakan pada hari Selasa bahwa belasan pesawat yang dianggap 'menyusup' itu sedang melakukan pelatihan penerbangan rutin.
"Sejauh yang saya tahu, kegiatan yang dilaporkan adalah pelatihan penerbangan rutin Angkatan Udara China dan tidak menargetkan negara mana pun," kata seorang juru bicara, disadur dari Channel News Asia.
"Pesawat militer China menikmati kebebasan terbang di wilayah udara yang relevan. Selama pelatihan ini, pesawat militer China secara ketat mematuhi hukum internasional yang relevan dan tidak memasuki wilayah udara teritorial negara lain mana pun." sambungnya.
Juru bicara tersebut juga menjelaskan jika China dan Malaysia adalah tetangga yang bersahabat, dan bersedia melanjutkan konsultasi persahabatan bilateral untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional.
Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan kementerian akan mengeluarkan "nota protes diplomatik" dan akan meminta duta besar China untuk Malaysia untuk menjelaskan "pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Malaysia".
"Sikap Malaysia jelas - memiliki hubungan diplomatik yang bersahabat dengan negara mana pun tidak berarti bahwa kami akan berkompromi dengan keamanan nasional kami," kata Hishammuddin dalam sebuah pernyataan.
China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, namun Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga tidak mau kalah. Washington dan sekutunya juga menentang klaim teritorial tersebut.
Pada April tahun lalu, Hishammuddin menyerukan agar terwujudnya ketenangan di Laut Cina Selatan dan menegaskan kembali komitmen Malaysia untuk perdamaian di perairan yang disengketakan.
Insiden tersebut terjadi setelah adanya laporan bahwa kapal survei pemerintah China "menandai" kapal eksplorasi yang dioperasikan oleh perusahaan minyak negara Malaysia Petronas di Laut China Selatan.
Baca Juga: Tak Wajib Karantina, Ribuan TKI Pulang dari Malaysia Lewat Surabaya
16 Pesawat "Menyusup"
Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) mengatakan telah mengidentifikasi 16 pesawat Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) melakukan penerbangan mencurigakan di wilayah udara zona maritim Malaysia, Wilayah Informasi Penerbangan Kota Kinabalu (FIR) dan mendekati wilayah udara nasional Malaysia pada 31 Mei.
Belasan pesawat itu diidentifikasi oleh radar pertahanan RMAF di Sarawak pada pukul 11.53 pagi, kata pernyataan itu.
Dikatakan juga bahwa belasan pesawat terbang China itu dalam formasi taktis in-trail 60 mil laut dari satu sama lain.
"Pesawat terbang dalam formasi itu menggunakan titik masuk dan keluar yang sama. Pesawat kemudian berganti (arah), menuju ruang udara Beting Patinggi Ali yang penting bagi negara." jelas Angkatan Udara Malaysia.
Pesawat-pesawat PLAAF kemudian terbang melalui FIR Singapura sebelum memasuki wilayah udara zona maritim Malaysia dan FIR Kota Kinabalu, kata pernyataan RMAF.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran