Suara.com - Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengungkapkan, pasien yang masuk kebanyakan adalah pekerja swasta.
Tugas mengatakan 33 persen dari total jumlah pasien adalah pekerja swasta, lalu pelajar atau mahasiswa sebesar 16,2 persen, dan ibu rumah tangga sebesar 13,5 persen.
"Sebagian besar adalah pekerja swasta, lalu ibu rumah tangga, ini yang perlu kita waspadai betul, berikutnya adalah pelajar dan mahasiswa," kata Tugas dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Senin (14/6/2021).
Setelah itu, kelompok yang belum atau tidak bekerja juga cukup banyak yakni sebesar 11,5 persen; PNS 3,2 persen; Asisten Rumah Tangga 2,2 persen; TNI-Polri 2,0 persen; pengemudi taksi atau ojek 2 persen; dan tenaga kesehatan 2,5 persen.
Tugas menambahkan, 24,1 persen dari mereka mengaku tertular dari kantor, hal ini menurutnya harus menjadi catatan pengambil kebijakan terkait penerapan protokol kesehatan di perkantoran.
"Ini mereka sebagian besar tidak tahu tertular di mana, tapi dari kantor juga cukup tinggi, ini suatu kondisi yang tentunya akan memberikan gambaran bagaimana kebijakan untuk penanganan di hulunya," tegasnya.
Saat ini RSDC Wisma Atlet masih merawat 5.028 pasien positif Covid-19 dari total 5.994 tempat tidur yang tersedia, artinya hanya tersisa 966 tempat tidur tersedia.
Solusinya, pemerintah akan membuka tower 8 Wisma Atlet Pademangan (1.572 tempat tidur), menambah bed dari 2 menjadi 3 bed per kamar di Kemayoran sehingga bertambah jadi 2.000 tempat tidur, dan menyiapkan 5 tower rusun Nagrak Cilincing (2.550 tempat tidur).
Potensi kapasitas setelah ditambah nanti akan menjadi 12.116 tempat tidur untuk pasien Covid-19.
Baca Juga: Keparahan Turun 70 Persen, Uji Coba Obat COVID-19 Celltrion Beri Hasil Positif
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Waspada Penipuan! Eks Brimob di Pasukan Rusia Ingatkan WNI Soal Link Rekrutmen Bodong
-
8 Fakta Tewasnya El Mencho, Dari Status 'Kode Merah' hingga Ancaman Perang Saudara Kartel
-
Busyro Muqoddas soal Vonis Perdana Arie: Ada Secercah Keadilan, Tapi Idealnya Bebas Murni
-
Pelihara Bandar? Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp13 Juta Tiap Minggu
-
Pramono Anung Mau Sulap 153 Pasar Jakarta Jadi Destinasi Global
-
KPK Buka Peluang Panggil OSO Usai Menag Nasaruddin Beri Klarifikasi Soal Jet Pribadi
-
Dari Asrama ke Arena, Siswa Sekolah Rakyat Tumbuh Jadi Atlet Karate
-
Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas, DPR Desak Sistem Perlindungan Diperkuat hingga Level RT/RW
-
Keadilan untuk Arianto Tawakal: Kakak Korban dan 12 Orang Jadi Saksi dalam Sidang Etik Oknum Brimob
-
Nadiem Makarim Bantarkan Sidang Korupsi Akibat Pendarahan Hebat hingga Masuk Rumah Sakit 4 Hari