Suara.com - Sebuah tangkapan layar foto percakapan yang membahas rencana digelarnya acara pernikahan baru-baru ini tengah menjadi sorotan.
Bukan tanpa alasan, pernikahan tersebut rencananya akan menelan biaya sampai Rp 61,5 juta, namun uang yang sudah ada baru Rp 3,5 juta saja.
Percakapan soal rencana pernikahan tersebut menjadi viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun Instagram @tante_rempong_official.
Dalam percakapan tersebut, terlihat percakapan diduga pria yang hendak lamaran. Dia mengirim rincian biaya lamaran kepada seseorang.
Terlihat dalam foto, biaya yang mencapai Rp 61,5 juta tersebut sedianya akan dialokasikan untuk beberapa hal seperti lamaran, mas wakin, sampai makan prasmanan.
Diketahui dari rincian tersebut, lamaran pernikahan rencana menelan biaya Rp 12,5 juta, mas kawin Rp 10 juta, tenda dekor Rp 15 juta, dan prasmanan rp 10 juta.
Sementara biaya dangdut hiburan dianggarkan sebesar Rp 9 juta, dan Rp 5 juta untuk suvenir. Alhasil, apabila ditotal keseluruhan mencapai Rp 61 juta.
Namun, setelah itu dia megaku bingung sehingga bertanya harus melakukan apa agar bisa melangsungkan lamaran.
"Aku kudu piye (Aku harus gimana)," ungkapnya seperti dikutip Suara.com.
Baca Juga: Kontras! Army Indonesia Dibuat Menangis, Kemasan BTS Meal di Dubai Dibuang
Pertanyaan tersebut dibalas dengan bahasa Jawa oleh si pembalas pesan. Solusi dari orang itu menggemparkan sejumlah warganet lantaran dinilai di luar perkiraan.
Orang tersebut mengatakan, calon pria yang hendak menikah tetapi belum punya cukup biaya, baiknya menghamili saja pasangannya.
"Pean ngerti boso jowone 'menggelapkan'. Pean lakoni (Kamu tahu bahasa Jawanya menggelapkan [Metengi], dicoba)," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, 'metengi' dalam bahasa jawa berarti menghamili. Hal itu tentu membuat sebagian warganet yang berkomentar lantas gempar.
"Lu dana Rp 3,5 juta mending pikirin habis nikah mau makan apa," komentar salah seorang warganet.
"Nikah murah-murah saja lah. Dulu gue nikah habis Rp 60 juta lebih, potong 2 ekor sapi dll, eh kere. Coba gue buat oplas daripada buat resepsi. Kan lumayan bisa saingan sama Kiim Khardasian," timpal Pha********.
"Itu yang ngasih rincian siapa? Pengantin wanita apa mertua, atau si laki-laki sendiri? Tipe kayak gini, rumah tangga baal tertekan karena ekonomi pengen cepat mewah tapi dompet cupet," timpal Pu*******.
Kekinian, tangkapan layar foto percakapan soal biaya nikah tersebut telah menuai ribuan suka dari para warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul