Suara.com - Kementerian Kesehatan mengklaim jumlah stok tabung oksigen masih aman untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi beberapa pekan terakhir.
Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit & Plt Dirjen P2P Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, meski stok oksigen masih cukup, keterbatasan tabung oksigen bisa saja mengkhawatirkan.
"Sampai saat ini stok oksigen secara nasional cukup, Jakarta cukup. Yang dikhawatirkan kasusnya kalau tidak terkendali, tentu ada batasnya, oksigen bisa diproduksi cukup tapi tabungnya yang saya khawatir, tabung bisa kurang," kata Maxi dalam diskusi KPCPEN-FMB9, Rabu (23/6/2021).
Maxi tidak menjelaskan detail berapa jumlah stok oksigen untuk para pasien Covid-19 yang melonjak beberapa pekan ini. Dalam diskusi yang sama, Wali Kota Medan Bobby Nasution juga menyebut stok oksigen di daerahnya masih aman.
"Oksigen siap, di rumah sakit pasti kita pakai yang sudah dibed pakai oksigen sentral, sejauh ini di kota Medan masih siap dan cukup," ucapnya.
Sebelumnya, persediaan oksigen untuk pasien Covid-19 di Bantul, Yogyakarta dikabarkan menipis, produsen penyedia oksigen medis juga disebut sudah kehabisan stok di beberapa titik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
-
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
-
Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?
-
Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu
-
KPI Dorong Perempuan Jadi Pengawas Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Partisipan