Suara.com - Beredar sebuah video viral memperlihatkan sebuah kamar kos yang dicurigai menyimpan mayat di dalamnya.
Dugaan itu muncul lantaran bau kos yang tak sedap. Bau-bauan itu kemudian membuat warga tak nyaman dan curiga.
Warga kemudian sepakat untuk membobol kamar kos tersebut saat sang pemilik sedang tidak ada di sana. Pemilik kos tersebut tengah pergi bekerja sebagai sopir ojek online.
Namun, setelah dibuka kamar kos tersebut berisi tumpukan sampah yang menggunug. Ia diduga menimbun sampah di dalam kamarnya selama berbulan-bulan.
Berita viral ini diunggah oleh akun Instagram @Makassar_iinfo dan telah disaksikan oleh ribuan pengguna.
Diduga sang penghuni kos menderita hoarding disorder atau kebiasaan menimbun barang-barang yang tidak terpakai.
"Kemungkinan penghuni nya hoarding disorder, orang yang suka mengkoleksi sesuatu yang gak penting, termasuk sampah," tulis keterangan video tersebut.
Melihat video ini, para warganet pun turut memberikan komentar.
"Kasian deh,, semoga penghuninya segera mendapat penanganan dari psikiater," ujar warganet.
Baca Juga: Viral Pasien Bocah Tidur Bersama Jenazah Covid-19, RS Mitra Keluarga: Kami Laporkan
"Jangan hujat kasiaan.. Kemungkinan penyakit mental,banyak kasus seperti ini,penderitanya Akan Merasa Nyaman dgn Cara Menumpuk sampah.. Hoarding disorder Kalo gak salah,Mohon koreksi kalo salah," sambung yang lain.
"Jangan dihina guys, kasih support aja karena ini penyakit mental disorder. Kita ga tau rasanya di posisi dia," tambah yang lain.
"Masih tidak habis pikir, itu tidurnya bgmna yak," tutur warganet.
"Aku ko mual, semoga dapat bantuan si masnya, kesian," pungkas warganet.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Pasien Bocah Tidur Bersama Jenazah Covid-19, RS Mitra Keluarga: Kami Laporkan
-
Jemput Pacar Kehujanan, Viral Pria Ini Sampai Bawa Mobil Pikap untuk Angkut Motor
-
Heboh Yayasan di Bandung Diduga Aliran Sesat, Pimpinan Mengaku Sebagai Rasul
-
IPCIC Jadi Salah Satu Solusi Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia
-
Viral Bapak Kayuh Kursi Roda Puluhan Km, Jualan Alat Rumah Tangga Demi Nafkahi Keluarga
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga
-
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
-
Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja
-
Terobos dan Rusak Portal JLNT Casablanca, 11 Motor Diamankan Polisi
-
Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita
-
Membaca Amarah Publik pada Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP: Selesai Kontrak, Selesai Loyalitas?
-
Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra