Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi sekelompok ibu-ibu mencomoti cabai dari karung yang hendak diturunkan dari sebuah truk viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh sebuah akun Tiktok pada Senin (28/6/2021) tersebut, tampak beberapa ibu-ibu sedang berkerumun di dekat truk yang akan bongkar muatan.
Para ibu-ibu yang membawa kantong-kantong besar itu tampak mencomoti cabai-cabai yang dikemas dalam beberapa karung lewat lubang-lubang kecil.
Pria yang merekam video tersebut diketahui merupakan salah satu pedagang cabai di pasar. Ia menilai tindakan para ibu-ibu tersebut telah meresahkan para pedagang.
Ia menyebut berat timbangan cabai-cabai tersebut akan susut karena perbuatan para ibu-ibu itu.
"Kami hanya pedagang kecil jika dagangan dicomotin begini udah ketahuan susutnya. Dibilangin susah, sudah meresahkan pedagang-pedagang," tulis akun tersebut.
"Ditegur secara baik-baik malah lebih galak," ujar pemilik akun di kolom komentar.
Ia juga menjelaskan bahwa aksi ibu-ibu itu bisa lebih parah saat harga cabai melambung tinggi. Mereka bisa mencomot lebih banyak dari yang ia lihat saat itu.
"Apalagi saat dagangan mahal comotinnya bisa lebih parah dari itu, lokasi Pasar Induk Kramatjati," tulisnya.
Baca Juga: Pedih! Istri Dicerai Padahal Baru Menikah, 'Malam Masih Tertawa Bersama, Paginya Ditalak'
"Jeritan pedagang, bantu kami para pedagang karena sudah meresahkan," sambungnya.
Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka mengaku kesal dengan aksi para ibu-ibu tersebut.
"Itu gimana ceritanya, itu ngambil bu, bukan mungut," tulis salah seorang warganet.
"Greget gue woy, apaan sih itu? Diapain kek biar jera," tulis warganet lainnya.
"Diusir bang, jangan didiemin aja. Kita semua juga cari nafkah tapi jangan merugikan orang lain," komentar salah satu warganet.
"Sudah pasti haram hukumnya, carilah pekerjaan yang halal biarpun hasilnya sedikit, tapi insyaallah berkah," sahut salah satu warganet.
Berita Terkait
-
Gaji Asisten Atta Halilintar Ratusan Juta Rupiah, Nitizen: Yang UMR Mengheningkan Cipta
-
Kate Middleton Absen dari Peluncuran Patung Putri Diana dan Berita Terpopuler Lainnya
-
Ortu Kaget Nemu Uang di Kamar Anak Hasil Lomba Game Online, Jumlahnya Nggak Main-Main
-
Viral Anak Istri Dijemput Ayah Kondangan Pakai KRL, Publik: Rafathar Jiper Lihat Ini
-
Pedih! Istri Dicerai Padahal Baru Menikah, 'Malam Masih Tertawa Bersama, Paginya Ditalak'
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu