Suara.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut Covid-19 semakin sulit diprediksi setelah setahun lebih merebak di Indonesia. Bahkan kini anak-anak pun ikut menjadi korban atas penularan Covid-19.
Anak-anak yang diketahui memiliki imun lebih bagus daripada orang dewasa pun tidak luput tertular Covid-19. Muhadjir pun menilai kalau Covid-19 merupakan virus pintar karena kerap memiliki varian baru.
"Smart virus, virus cerdas saya kira, beda dengan kelakuan dari nenek moyangnya yang sama-sama sejenis yang dulu juga sering menebar wabah di dunia ini," kata Muhadjir dalam sambutannya pada acara Rakornas KPAI secara virtual, Rabu (30/6/2021).
"Semakin lama semakin tidak bisa ditebak, unpredictable bagaimana sebetulnya perilaku Covid-19 ini," tambahnya.
Saking sulit ditebaknya, Muhadjir pun menilai tidak satupun skenario penanganan Covid-19 yang dipaparkan ahli epidemiologi menjadi tepat. Hal tersebut disampaikannya lantaran melihat perkembangan virus yang pertama kali tersebar di Kota Wuhan, Hubei, China itu terus berkembang menjadi beberapa varian.
"Virus cerdas dan ini kalau di bahasa agama disebut pasukan yang tak terlihat dalam ajaran agama, saya kira semua agama yah menyampaikan peristiwa wabah itu biasa dilukiskan sebagai hadirnya pasukan tak terlihat."
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara