Suara.com - Polres Metro Jakarta Barat menyiapkan jalur darurat bagi tenaga kesehatan (nakes) dan kendaraan medis di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, salah titik penyekatan terkait PPKM Darurat.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Ady Wibowo mengatakan pembuatan jalur tersebut untuk memudahkan para nakes dan kendaraan seperti ambulans untuk melintas, sehingga tidak terhambat karena adanya antrean kendaraan.
“Kami juga melakukan evaluasi terhadap penyekatan hari ini. Kami telah menyiapkan jalur untuk darurat dan nakes agar tidak terjadinya gangguan arus lalu lintas," kata Ady lewat keterangan tertulisnya, Rabu (7/7/2021).
Sementara itu, bagi pekerja sektor esensial dan kritikal diminta untuk mengalungkan kartu tanda pengenal agar memudahkan petugas untuk menyortir kendaraan yang melintas.
“Supaya tidak terhambat agar menunjukkan lebih awal kartu tanda pengenalnya,” imbuh Ady.
Kemudian pada hari kelima penerapan PPKM Darurat saat ini, Ady mengklaim jumlah pengendara yang melintas sudah mulai melandai. Dia mengatakan kendaraan yang menuju arah Jakarta didominasi pengendara yang merupakan pekerja esensial dan kritikal.
“Seperti dilihat kendaraan yang melintas di dominasi dari sektor esensial dan kritikal,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Kapolda: Penambahan Titik Penyekatan Kurangi Volume Kendaraan di Jakarta
-
Kabar Gembira! Penerima BST dan PKH Dapat Tambahan Beras 10 Kg
-
Belum Mau Minta Bantuan Asing, Airlangga Sebut Indonesia Mampu Atasi Ledakan Covid-19
-
CEK FAKTA: Benarkah 3 Ambulans Kosong Sengaja Ugal-ugalan dan Tabrak Mobil di Sukoharjo?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal