Suara.com - Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih menjalani proses perawatan di Provinsi Jambi mendekati 3.000 orang, yakni sebanyak 2.823 orang.
"Pasien Covid-19 yang masih menjalani proses perawatan di kita berjumlah 2.823 orang yang tersebar di sebelas kabupaten dan kota," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah di Jambi, Jumat (16/7/2021).
Pada hari ini terdapat 303 orang warga Jambi yang terkonfirmasi positif Covid-19. Di antaranya 153 orang di Kota Jambi, 47 orang di Kabupaten Bungo, 36 orang di Kabupaten Tanjab Timur dan sepuluh orang di Kabupaten Tebo.
Kemudian 45 orang di Kota Sungai Penuh, delapan orang di Kabupaten Muaro Jambi, dua orang di Tanjab Barat dan masing-masing satu orang di Kabupaten Sarolangun dan Kerinci. Dengan demikian total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jambi berjumlah 15.697 orang.
Pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di daerah itu pada hari ini berjumlah 131 orang. Tersebar di Kota Jambi 39 orang, di Kabupaten Muaro Jambi 55 orang, di Batanghari 24 orang dan 13 orang di Sarolangun.
Dengan tambahan pasien sembuh tersebut, hingga saat ini pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh di daerah itu berjumlah 12.563 orang.
"Hari ini terdapat tiga orang pasien Covid-19 yang meninggal yakni di Tanjab Barat, Tebo dan Bungo, sehingga total pasien Covid-19 meninggal di Jambi berjumlah 312 orang," kata Johansyah.
Sementara itu berdasarkan penilaian risiko Covid-19 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi periode 5-11 Juli 2021, Kota Jambi dinyatakan zona merah Covid-19 atau zona resiko tinggi penularan Covid-19.
Kemudian delapan kabupaten dan kota berada pada zona oranye Covid-19 atau zona resiko sedang penularan Covid-19, yakni Kota Sungai Penuh, Kabupaten Batanghari, Sarolangun, Merangin, Tebo, Bungo, Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjab Barat. Kemudian dua kabupaten lainnya berada di zona kuning Covid-19 atau zona resiko rendah penularan Covid-19 yakni Kabupaten Kerinci dan Tanjab Timur.
Baca Juga: Makin Meningkat, Kasus Covid-19 di Sulteng Bertambah 233 Orang
Satgas Covid-19 Provinsi Jambi menghimbau masyarakat di daerah itu untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara disiplin. Yakni mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas ke luar daerah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak