Suara.com - Satgas Covid-19 Provinsi Jambi mencatat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah itu dalam sepekan terakhir berjumlah 1.389 orang yang tersebar di sebelas kabupaten dan kota.
"Dalam satu minggu terdapat 1.389 orang warga Jambi terkonfirmasi positif Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah di Jambi, Rabu (14/7/2021).
Dalam dua hari terakhir Jambi mencatat rekor terbanyak pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dalam satu hari. Pada hari Rabu terdapat 400 oang warga Jambi yang terkonfirmasi positif Covid-19, dan Selasa (13/7) terdapat 352 orang warga Jambi yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Sejak pandemi Covid-19 melanda Jambi pada awal tahun 2020 lalu hingga saat ini sudah terdapat 15.006 orang warga Jambi yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan rincian di Kota Jambi 4.458 orang, di Kabupaten Batanghari 1.577 orang dan di Kabupaten Muaro Jambi 2.276 orang.
Kemudian di Kabupaten Tanjab Barat 1.288 orang, Tanjab Timur 768 orang, Tebo 930 orang, Bungo 987 orang, Sarolangun 604 orang, Merangin 895 orang, Kerinci 359 orang dan di Kota Sungai Penuh 864 orang.
Pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh di Provinsi Jambi hingga saat ini berjumlah 12.341 orang. Dan yang masih menjalani proses perawatan sebanyak 2.359 orang.
"Hari ini terdapat satu orang pasien Covid-19 di Kabupaten Tebo yang meninggal, dengan demikian total pasien Covid-19 yang meninggal di Provinsi Jambi berjumlah 306 orang," kata Johansyah.
Sementara itu berdasarkan penilaian resiko Covid-19 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi periode 5-11 Juli 2021, Kota Jambi dinyatakan zona merah Covid-19 atau zona resiko tinggi penularan Covid-19.
Kemudian delapan kabupaten dan kota berada pada zona oranye Covid-19 atau zona resiko sedang penularan virus corona. Diantaranaya Kota Sungai Penuh, Kabupaten Batanghari. Kabupaten Sarolangun, Merangin, Tebo, Bungo, Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjab Barat.
Baca Juga: Rekor Baru! Kasus Covid-19 di Jambi Bertambah 352 Orang Dalam Sehari
Dan dua kabupaten lainnya berada di zona kuning Covid-19 atau zona resiko rendah penularan Covid-19 yakni Kabupaten Kerinci dan Tanjab Timur.
Satgas Covid-19 Provinsi Jambi menghimbau masyarakat di daerah itu untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara disiplin. Yakni mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas keluar daerah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal
-
Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif
-
Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi
-
Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi
-
Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli
-
Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam
-
Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?
-
Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati
-
DPRD DKI: Jakarta Calon Kota Global, Tidak Boleh Jadi Tempat Aman bagi Sindikat Judi Internasional
-
Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?