Suara.com - Jumlah jenazah Covid-19 yang dimakamkan di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, menurun dalam waktu tiga hari terakhir. Jumlahnya sudah tidak mencapai 100 jenazah per hari yang dimakamkan.
"Dalam tiga hari terakhir ini, jumlahnya di bawah 100 jenazah yang datang" kata Saif, salah satu petugas administrasi TPU Rorotan saat ditemui Suara.co di lokasi, Senin (19/7/2021).
Sebelumnya diketahui TPU Rorotan kedatangan 100-150 jenazah setiap harinya. Ini menyusul kasus Covid-19 yang melonjak di Ibu Kota.
Untuk Senin (19/7) ini hingga pukul 13.30 WIB yang baru datang sekitar 30 jenazah.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Suara.com, hingga menjelang Senin sore jenazah masih berdatangan satu persatu diangkut menggunakan ambulans.
Kendati demikian tidak terjadi penumpukan jenazah. Sebab untuk mempercepat proses pemakaman, sekitar 22 eksavator dikerahkan untuk menggali lubang kubur dan menimbunnya kembali.
Hingga saat ini diperkirakan jumlah jenazah yang telah dimakamkan di TPU Rorotan lebih dari 3000 mayat.
Luas lahan TPU Rorotan sendiri sekitar 22 hektare, namun yang baru digunakan seluas 6 hektare. Pemerintah DKI Jakarta juga berencana untuk menambah luasannya sekitar 10 hektare.
Berita Terkait
-
Angka Kematian Covid-19 Meroket, PSI Minta Anies Buat Fasilitas Kremasi Jenazah
-
TPU Rorotan Siang Ini: Belasan Ambulans Covid Berjejer, Ekskavator Sibuk Gali Liang Lahat
-
Kisah Amanat Surgawi, Mahasiswa UPL MPA Unsoed yang Bantu Kebumikan Jenazah Covid-19
-
Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Warga Datangi Rumah Sakit
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat