Suara.com - Seorang pria bernama Javier menghebohkan publik karena mengaku terdampar di masa depan. 'Penjelajah waktu' ini membagikan kisahnya di TikTok dan memperingatkan tentang manusia punah.
Javier mengatakan dirinya terjebak di tahun 2027 dan tidak ada orang yang tersisa, hanya bangunan dan mobil yang ditinggalkan. Dengan nama @unicosobreviviente, dia kerap berbagi video sejak 13 Februari, di Spanyol.
Meskipun tak ada orang, listrik dan internet tampaknya berfungsi dengan baik baginya untuk terus mengunggah.
"Saya baru saja bangun di rumah sakit dan saya tidak tahu apa yang mungkin terjadi. Hari ini 13 Februari 2027, dan saya sendirian di kota," tulis Javier.
"Umat manusia telah punah," katanya menambahkan "tidak ada seorang pun di pusat perbelanjaan", sebelum video itu dipotong menjadi toko pakaian kosong.
Tapi rak terlihat penuh dengan pakaian. Keesokan harinya Javier meminta bantuan pengikutnya. "Saya terus berusaha menemukan kehidupan manusia," katanya.
"Saya mulai kehilangan harapan. Hari ini saya punya sesuatu untuk dimakan. Berapa lama ini akan bertahan? Siapa yang mungkin bisa membantu saya," tulisnya.
Ketika ditanya oleh pengguna bagaimana masih ada lampu dan akses internet, dia mengatakan dia tidak tahu tetapi "kemungkinan besar ada jenis koneksi antara tahun 2021 dan 2027".
Javier terus secara teratur membagikan rekaman 'kehidupannya di masa depan' dan mengatakan dia terjebak dan putus asa untuk kembali ke masa sekarang.
Baca Juga: Tak Ada Masa Depan
Meski kerap membagikan foto koa yang sepi, hingga kini, tak ada yang bisa membuktikan apakah video yang dibagikan Javier benar dari masa depan atau tidak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!