Suara.com - Seorang atlet angkat besi dari Turkmenistan menerima sederat hadiah mewah setelah ia berhasil membawa medali perak dari Olimpiade Tokyo 2020.
Menyadur First Post Minggu (22/08), wanita 21 tahun bernama Polina Guryeva ini mengikuti kompetisi angkat besi 59 kg putri.
Prestasi ini menjadi satu-satunya medali yang diraih negara bekas Soviet ini di Olimpiade dan yang pertama dalam sejarahnya.
Tak heran, wanita ini menerima sederet hadiah mewah untuk prestasi gemilangnya. Mulai apartemen, mobil hingga uang tunai USD 50 ribu ia terima, menjadikannya kaya mendadak.
Perayaan kemenangan Guryeva dipimpin oleh Pelatih Terhormat Turkmenistan, Serdar Berdymukhamedov, putra dari pemimpin garis keras negara itu, Gurbanguly Berdymukhamedov.
Pada upacara di Ashgabat, Berdymukhamedov yang lebih muda menyerahkan tiga kotak kayu kepada Guryeva, yang merupakan etnis Rusia.
Satu berisi kunci apartemen tiga kamar di ibu kota, yang kedua berisi kunci SUV Lexus putih dan yang ketiga uang tunai USD 50.000.
"Saya dengan hormat mengucapkan selamat kepada Anda atas peristiwa penting ini, bersaksi tentang pertumbuhan otoritas Turkmenistan independen di ruang olahraga internasional," katanya pada Guryeva.
Dia mengatakan kemenangannya meningkatkan ketenaran dunia, prestise dan otoritas tanah air yang berdaulat dan orang-orang Turkmenistan.
Baca Juga: Warga Turkmenistan Disumpah dengan Al Quran Sebelum Memasang Internet
"Saya mendedikasikan medali ini untuk presiden kami dan rakyat Turkmenistan untuk menghormati peringatan 30 tahun kemerdekaan Turkmenistan," kata Guryeva.
Turkmenistan, negara kaya gas berpenduduk sekitar enam juta jiwa. Negara ini memperoleh kemerdekaan dari mantan penguasa Moskow pada tahun 1991.
Negara misterius itu disebut oleh kelompok-kelompok hak asasi sebagai salah satu pelanggar kebebasan sipil, agama dan pers terburuk di dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen