Suara.com - Setiap umat muslim tentu saja menginginkan masuk surga. Pasalnya, surga merupakan tempat sebaik-baiknya tempat kembali. Sayangnya tidak semua orang bisa dengan mudah menuju ke surga. Namun, terdapat beberapa amalan yang bisa dilakukan sebagai pengantar ke surga. Tentunya, setiap umat muslim wajib melakukan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Amalan-amalan tertentu juga senantiasa dianjurkan bagi umat Islam sebagai bukti ketaatannya.
Berbagai amalan dapat dilakukan agar bisa masuk surga, mulai dari yang ringan hingga berat. Mulai dari shalat malam, shalat dhuha, puasa, infaq, sedekah, dan lain sebagainya. Selain itu, ada amalan ringan yang bisa membuat masuk surga bersama Rasulullah SAW. Amalan ringan ini sempat disampaikan oleh almarhum Syekh Ali Jaber dalam salah satu kesempatan dakwahnya.
Zikir kepada Allah SWT
Berikut ini amalan ringan yang bisa membuat masuk surga bersama Rasulullah SAW menurut almarhum Syekh Ali Jaber, dikutip dari salah satu video singkat yang diunggah di kanal YouTube Gibran Rusmana Channel pada 11 April 2021:
Amalan ringan agar masuk surga ini ditanyakan secara langsung oleh sahabat kepada Rasulullah SAW. Seorang sahabat tersebut meminta tolong untuk memberikan amalan yang bisa menjamin bisa masuk surga bersama Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW menjawab, salah satu amalan ringan untuk bisa masuk bersamanya adalah mengusahakan untuk membasahi lidah dengan zikir kepada Allah SWT.
Zikir ini termasuk dalam amalan yang sangat sederhana dan ringan untuk dilakukan. Bahkan saking ringannya berzikir, amalan ini boleh dilakukan dalam segala aktivitas. Berdzikir boleh dilakukan sambil berdiri, duduk, atau saat naik kendaraan. Bagaimanapun keadaanya, berdzikir tujuannya adalah untuk mengagungkan Allah SWT.
Itu tadi penjelasan singkat almarhum Syekh Ali Jaber tentang amalan ringan agar masuk surga bersama Rasulullah yang dapat dilakukan seluruh umat muslim.
Video viral yang mungkin terlewatkan oleh Anda:
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Baca Juga: 5 Bacaan Doa Zikir Pagi Sebagai Pembuka Rezeki Mengawali Hari
Tag
Berita Terkait
-
Review Sejarah Islam Klasik: Membedah Peradaban Lewat Sudut Pandang Barat
-
Merayakan 1 Muharram, Semangat Hijrah yang Relevan dalam Dunia Usaha
-
Posisi WC yang Baik Menurut Islam dan Feng Shui, Bukan Sekadar Soal Estetika
-
Menurut Islam, Posisi Tempat Tidur yang Baik Menghadap ke Mana?
-
Momen Sakral Penggantian Kiswah Ka'bah di Masjidil Haram
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen