Suara.com - Keluarga korban meninggal akibat kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, meminta Kepala Lapas bertanggung jawab.
Hal itu diungkapkan, Sholeh, paman dari Alfin bin Marsum, salah satu korban meninggal. Alfin adalah warga binaan yang menempati Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang, Banten.
“Harus bertanggung jawab. Harus diusut lebih detail lagi. Iya (Kalapas Tangerang) harus diperiksa sampai tuntas,” kata Sholeh saat ditemui wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2021).
Selain Kalapas Tangerang, para sipir menurut Sholeh juga harus diperiksa.
“Harus diperiksa,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Riza, kakak ipar korban, meminta agar penjaga Lapas untuk lebih waspada, mengingat penghuni rumah tahanan yang padat.
“Saya pesan buat penjaga Lapas ibaratnya antisipasi lah, ibaratnya di Lapas kan ibaratnya tahu sendiri, satu blok kan bisa ratusan orang kan,” kata Riza.
“Terus dengan kata-kata cuma ibaratnya cuma korsleting listrik, kan ibaratnya kita juga nyampe kayak gitu, ibaratnya pemerintah, ibaratnya kantor kan, mestinya lebih antisipasi,” imbuhnya.
Seperti diketahui pada Rabu (8/9) dini hari lalu, Lapas Kelas I Tangerang terbakar. Akibatnya 41 orang meninggal dunia. Kemudian delapan orang mengalami luka berat dan 73 orang luka ringan. Namun belakangan diketahui, pada Kamis (9/9) bertambah 3 korban yang meninggal dunia, sehingga total korban tewas menjadi 44 orang.
Baca Juga: Polisi Dalami Unsur Dugaan Kelalaian Dalam Kebakaran Lapas Tangerang
Dari 41 jenazah yang di bawa ke RS Polri, baru satu yang teridentifikasi. Seorang pria berusia 43 tahun atas nama Rudhi bin Ong Eng Cue.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, jenazah Rudhi berhasil diidentifikasi dengan proses pencocokan sidik jari.
Hingga saat ini proses identifikasi masih terus berlangsung. Tim DVI RS Polri memastikan akan secepatnya dapat mengungkap identitas seluruh korban.
Kata Rusdi, dari 35 keluarga korban yang mendatangi RS Polri, telah didapatkan 31 sampel DNA.
“Sampel DNA ini sangat berguna bagi tim untuk proses identifikasi,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan