Suara.com - Satu jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang kembali diserahkan ke keluarga, Senin (13/9/2021). Jenazah itu atas nama Rocky Purmanna (28). Secara keseluruhan dari 41 jenazah yang dibawa Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, baru 10 korban meninggal diserahkan kepada keluarga setelah berhasil teridentifikasi.
“Iya sudah sepuluh (jenazah yang sudah diserahkan),” kata Kasubdit Pencegahan dan Pemeliharaan Keamanan Direktorat Kamtib Ditjen PAS Dedi Setiawan di RS Polri, Jakarta Timur.
Setelah prosesi serah terima, jenazah Rocky Purmanna langsung dibawa menggunakan ambulans untuk dimakamkan di TPU kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.
“Dibawa ke TPU Ragunan. Langsung dimakamkan. Sudah ada ustaznya di sana,” ujar Dedi.
Jenazah Rocky berhasil diidentifikasi oleh TIM DVI RS Polri, berdasarkan sampel DNA miliknya yang dicocokkan dengan keluarganya pada Minggu (12/9/2021).
“Ini pemeriksaan sampelnya dibandingkan dengan bapak dan ibunya, sehingga lebih bagus lagi. Bapaknya bernama Syafrizal Sani dan ibunya bernama Roslaini. Ini benar-benar dari pemeriksaan 24 locus. Pemeriksaannya separuh DNA jenazah itu sama dengan bapak dan separuh sama dengan ibunya,” kata Sespusdokkes Polri Kombes Pol Pramujoko.
Adapun 10 jenazah yang telah teridentifikasi sebagai berikut,
- Rudhi alias Cangak bin Ong Eng Cue (43)
- Diyan Adi Priyana bin Kholil (44)
- Kusnadi bin Rauf (44)
- Bustanil Arifin bin Arwani (50)
- Alfin bin Marsum (23)
- Mat Idris bin Abdrismon (29)
- Ferdian Perdana bin Sukriadi (28).
- Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas (39).
- Pujiyono alias Destro bin Mundori (28).
- Rocky Purmanna bin Syafrizal Sani (28).
Pada Rabu (8/9) dini hari lalu sekitar pukul 01.45 WIB, kebakaran terjadi di Lapas Kelas I Tangerang, Banten.
Akibatnya 41 orang meninggal dunia. Kemudian delapan orang mengalami luka berat dan 73 orang luka ringan. Namun belakangan diketahui, bertambah 4 korban yang meninggal, sehingga total korban tewas menjadi 45 orang.
Baca Juga: Usut Kasus Kebakaran, Polisi Periksa Kalapas Tangerang Hari Ini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta