Suara.com - Seorang pencuri di India kesal karena rumah yang ia bobol hanya memiliki sedikit uang untuk dicuri, padahal pemiliknya adalah seorang pejabat daerah.
Menyadur Live Mints Selasa (12/10/2021), pencuri itu meninggalkan pesan berisi omelan buat si pemilik rumah di sebuah kertas.
"Mengapa rumah dikunci (sedemikian rupa) jika tidak ada uang (di dalamnya?)".
Umrao Singh dari kantor polisi Kotwali mengatakan maling itu 'hanya' berhasil menggasak uang tunai 30 ribu rupee dan beberapa barang berharga dari rumah Trilochan Gaur di kabupaten Dewas.
"Dia (Trilochan Gaur) tidak datang ke rumahnya di Civil Lines selama 15 hari terakhir," jelas polisi.
"Dia mengetahui rumahnya dirampok ketika datang setelah dua minggu dan menemukan perhiasan perak dan uang tunai hilang."
Pejabat itu kemudian memberi tahu polisi tentang perampokan itu.
Selama pemeriksaan di kediaman Gaur, ditemukan sebuah catatan tulisan tangan yang berbunyi "Jab paise nahi they toh lock nahi karna tha collector".
Dalam Bahasa Indonesia, pesan itu kurang lebih berarti 'bila tidak ada uang, seharusnya tidak dikunci, kolektor'.
Baca Juga: Klakson di India Banyak Bikin Polusi Suara, Wacana Nyeleneh Menterinya Bikin Geleng Kepala
Polisi telah mendaftarkan kasus terhadap orang tak dikenal dan penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT