Padahal acara hajatan tersebut berlangsung selama dua hari. Alhasil, satu keluarga tak bisa keluar selama dua hari.
Untungnya, ada beberapa stok makanan yang bisa disantap selama akses jalan rumahnya ditutup tenda hajatan.
"Selama dua hari itu bener-bener nggak bisa keluar rumah, gimana mau keluar kalau di depan gerbang pager udah dipasang bangku-bangku buat tamu," katanya.
Si pemilik rumah juga mengaku keluarganya tak diundang ke hajatan tersebut.
Tak ada omongan dari tetangga untuk mengundang atau bahkan undangan dalam bentuk kertas.
"Gimana mau ngundang, izin buat nutup aja nggak ada," pungkasnya.
Komentar Warganet
Curhatan tersebut menuai reaksi dan komentar dari warganet lainnya.
"Pas acara motong keramik aja nder, pasti menyenangkan mengisi akhir pekan," kata warganet.
Baca Juga: Dua Kelompok Pemuda Bentrok di Dramaga Bogor
"Pentingnya punya lahan kosong di setiap kampung." timpal warganet.
"Welcome to wakanda, jalan umum dipakai buat hajatan, nggak perlu izin ke tetangga yang penting udah izin ke RT aja," komentar warganet.
"Kalau gini sih emang dasar orangnya nggak tahu adab," balas warganet.
"Ciri-ciri tetangga gila," imbuh warganet lain.
Berita Terkait
-
Pemilik Rumah Frustasi, Rumah yang Disewakannya Selama 10 Bulan Tampak Bak Kapal Pecah
-
Ditonton 15 Juta Kali, Video Kucing Ini Bikin Warganet Ikutan Panik
-
Nikahi Anak Teknik, Istri Nangis Lihat Suami Aduk Adonan Kue Pakai Alat Ini
-
Dua Kelompok Pemuda Bentrok di Dramaga Bogor
-
Viral Polisi Paksa Geledah Ponsel Warga, Bagaimana Cara Proteksi HP dari Akses Ilegal?
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau