Suara.com - Seorang cowok baru-baru ini menangis sambil curhat telah disebut durhaka oleh ibunya. Curhatannya itu langsung menjadi viral di media sosial.
Cerita tersebut dibagikan oleh akun TikTok @roykiosaki21. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya 700 ribu kali dan mendapatkan 34 ribu tanda suka.
"Aku juga capek kadang. #fyp #sad," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Selasa (19/10/2021).
Dalam video, cowok itu sedang menangis sesegukan sambil mengedipkan matanya. Ia mengungkapkan kesedihannya memiliki ibu kandung yang seperti ibu tiri.
Hal ini disebabkan gara-gara cowok ini membeli barang di toko online. Ia meminta ibunya untuk membayar tagihan COD dari barang yang dipesannya tersebut.
Namun, sang ibu justru menyebut anak cowoknya itu durhaka. Ucapan itu membuat sang cowok menjadi tidak bisa berhenti menangis karena sedih.
"Ibu kandung rasa ibu tiri. Perihal minta bayarin COD Shoppe aja sampai dibilang anak durhaka," tulis akun ini sebagai keterangan video TikTok.
Cowok ini lantas menunjukkan pesanan dan tagihan yang membuat ibunya naik darah. Ia rupanya memesan emas batangan di toko emas online dengan harga selangit.
Harga satu emas batangan yang dipesannya adalah Rp 9,5 juta. Tak tanggung-tanggung, cowok tersebut memesan 3 emas batangan di toko itu.
Baca Juga: Viral Video Pria Sibuk Potong Daging, Publik Malah Salfok ke Kaki: Pantesan Gurih
Sontak, total tagihan COD yang harus dibayarkan cowok itu hampir mencapai Rp 28 juta. Tak disangka, cowok itu benar-benar membeli tiga emas batangan dengan menggunakan sistem pembayaran COD.
Pesanannya itu sudah dalam status pengemasan, dan tinggal dikirim. Namun, sang cowok menjelaskan dirinya sedang menginap di Palembang selama 1 minggu.
Akibatnya, ia tidak bisa menerima dan membayar paket secara langsung. Cowok ini pun mengirim pesan ke ibunya untuk membayarkan tagihannya.
"Buk, aku nginap di Palembang 1 minggu. Kalau ada paket sampai, bayarkan COD," tulis sang cowok dalam pesan tersebut.
Ibu itu pun bertanya berapa jumlah yang harus dibayarkan. Sang cowok lantas mengungkapkan jumlah tagihan yang harus dibayarkan adalah Rp 27.986.000
"Berapa?" tanya sang ibu.
Berita Terkait
-
Viral Video Pria Sibuk Potong Daging, Publik Malah Salfok ke Kaki: Pantesan Gurih
-
Viral Pria Ini Beri Minum Susu Kotak ke ODGJ, Netizen Terharu!
-
Tetangga Bikin Tenda Hajatan Tanpa Izin, Satu Keluarga Tak Bisa Keluar Rumah Selama 2 Hari
-
9 Potret Rachel Vennya Bareng Anak Sepulang dari Amerika
-
Persiapan Sudah 95 Persen, Curhat Wanita Kehilangan Ayah Jelang Hari Pernikahan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Misi Besar Gus Kikin di Muktamar NU: Sulap Jutaan Nahdliyyin Jadi Kekuatan Ekonomi
-
Kenapa Sertifikat Kompetensi Tenaga Kerja Kita Sering "Mandul" di Luar Negeri?
-
Baru Dibantai Dewa United, Brisbane Roar Antusias Hadapi Persija Jakarta
-
15 Tahun Bersama Gojek, 70 Mitra Driver Legend Dapat Apresiasi Umrah ke Tanah Suci
-
35,24 Ton Sampah Sisa Demo DPR Diangkut dari Jalan Asia Afrika hingga Gerbang Pemuda
-
Dari Komedi ke Tarik Suara, Rudal Timur Perkenalkan RUTIM
-
Akses Masuk Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Dialihkan ke Pintu Bypass
-
Review Film Motor City: Sengaja Mengorbankan Cerita demi Gaya
-
Rumus Volume dan Luas Permukaan Tabung Lengkap Contoh Soal dan Pembahasan
-
Gara-gara Fogging, Sistem Pemadam di Basement KPK Aktif dan Dikira Kebakaran