Suara.com - Aksi pendaki yang menempelkan pembalut di pundak saat naik gunung telah menghebohkan publik. Pasalnya, banyak warganet yang baru tahu fungsi lain dari pembalut.
Momen ini dibagikan oleh akun TikTok @bukan_pendaki. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 3,5 juta kali dan mendapatkan 130 ribu tanda suka.
"Nyari pendaki yang pernah melakukan hal yang sama. Ada gak?" tanya akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Senin (25/10/2021).
Dalam video, seorang cowok pendaki sedang beristirahat di tengah aktivitas mendaki gunung. Ia melepas kaosnya dan berjongkok di atas tanah.
Cowok ini rupanya beristirahat karena ingin memasang pembalut di pundaknya. Ia dibantu oleh temannya untuk merekatkan pembalut.
Sang teman lantas menempelkan pembalut di pundak kanan dan kiri cowok tersebut. Pembalut itu direkatkan mulai dari punggung sampai dada.
Ternyata, pemasangan pembalut di bagian tubuh yang cukup antimainstream itu memiliki fungsi tersendiri. Pembalut itu dipasang di pundak agar pendaki tidak keberatan membawa beban tas.
Pembalut tersebut dinilai bisa melindungi pundak dari cedera lecet yang disebabkan karena beban berat.
Selain itu, pendaki juga meyakini pembalut itu bisa menyerap keringat, sehingga tas tidak akan mudah terjatuh karena licin.
Baca Juga: Tak Bisa Dampingi Anaknya Wisuda, Seorang Ayah Nangis Haru Ketika di Video Call
Tidak hanya multifungsi, pendaki itu diduga memilih pembalut karena mudah didapatkan. Barang itu memang gampang ditemukan di setiap toko kelontong maupun minimarket terdekat.
Fungsi tak terduga pembalut bagi pendaki itu langsung membuat warganet syok. Banyak yang tidak menyangka jika pembalut bisa digunakan di pundak sebagai penyangga tas.
Namun, ada juga yang menceritakan pengalaman serupa pernah memakai pembalut di pundak saat mendaki gunung. Berikut beragam komentar warganet:
"Akhirnya ada fungsinya juga buat cowok," celutuk warganet.
"Baru tahu ternyata itu mempunyai banyak fungsi ya bund," tambah yang lain.
"Kenapa baru tahu sekarang, tahu gitu gue pakai kayak gitu dari dulu," aku warganet.
Berita Terkait
-
Tak Bisa Dampingi Anaknya Wisuda, Seorang Ayah Nangis Haru Ketika di Video Call
-
Viral! Ibadah Bareng Meski Beda Keyakinan, Aksi Dua Wanita Ini Bikin Warganet Baper
-
Viral! Angkot di Cianjur Dirusak Sekelompok Pemuda
-
Ajak Sang Ayah Keliling Tempat Kerja di Jakarta, Aksi Cewek Ini Sukses Bikin Warganet Haru
-
Viral Muda-mudi Nekat Selfie di Tempat Ini, Goyang Sedikit Auto Beda Alam
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi