Suara.com - Cerita seorang ibu yang melahirkan saat mati lampu di puskesmas viral. Pasalnya, ibu itu sampai harus melahirkan dengan modal penerangan senter ponsel.
Kisah ini dibagikan oleh pengguna Facebook bernama M Haris Suhud. Ia mengungkapkan kejadian ibu yang melahirkan dengan senter ini terjadi pada bulan Agustus 2021 di Puskesmas Todanan, Blora.
"Ini cerita ibu-ibu melahirkan di Puskesmas Todanan saat mati lampu bulan Agustus lalu," tulis Haris dalam akun Facebook seperti dikutip Suara.com, Senin (1/11/2021).
Haris lantas membagikan tangkapan layar berupa kisah ibu tersebut. Ibu itu dibawa ke Puskesmas Todanan pada malam hari dalam kondisi hujan gerimis.
Saat itu, rumah ibu itu sedang mati listrik. Situasi itu rupanya juga terjadi di Puskesmas Todanan. Walau begitu, sang ibu dan keluarganya meyakini jika Puskesmas tentu memiliki cadangan genset untuk menyalakan listrik.
"Setengah 9 meluncur ke Puskesmas masih dalam keadaan gerimis dan mati listrik. Dari rumah sudah ayem, meski mati listrik. Tapi Puskesmas pasti punya cadangan genset jumbo, jadi aman nggak akan gelap di sana."
Tak disangka, genset Puskesmas ternyata mengalami kerusakan. Alhasil, sang ibu harus melahirkan bayinya dalam kondisi gelap gulita.
"Tapi atas izin Allah, ternyata genset puskesmas rusak. Terpaksa gelap-gelapan lagi."
Beruntung, suami ibu itu membawa ponsel yang dilengkapi senter. Bidan yang bertanggung jawab untuk membantu proses persalinan juga turut menyalakan senter ponselnya.
Baca Juga: Viral Wanita Bandingkan Harga Make up dan Kebutuhan Suami, 'Kalau Protes, Kebangetan!'
Akhirnya dengan bantuan cahaya senter, ibu itu berhasil melahirkan bayinya dengan selamat. Baik ibu dan bayi dinyatakan sehat setelah persalinan.
"Setelah melewati beberapa bukaan, alhamdulilah dengan bantuan flash hp ayah dan bu bidan, tanggal 21 Agustus 2021 pukul 21.30 adek bayinya lahir dengan selamat, sehat, tanpa kurang suatu pun."
Meski kejadian sudah lama, Haris memiliki alasan tersendiri untuk memviralkan kembali kisah ini. Ia mengungkap kasus mati listrik di Puskesmas Todanan kembali terjadi.
"Sekarang saat makan di warung tadi malam, ada bapak-bapak cerita kalau orang tuanya diinfus dan bertepatan dengan mati lampu juga."
Haris lantas mengkritik pihak PLN Blora atas seringnya kasus mati listrik terjadi di daerahnya. Selain PLN, Haris turut menyentil Bupati Blora, Arief Rohman.
"Ayolah berbenah. Hari gini masih aja busuk pelayanannya @plnulpblora @plnup3kudus. Nah untuk Pak H. Arief Rohman, S.IP., M.Si, sepertinya Bapak perlu memastikan genset puskesmas Todanan berfungsi dengan baik, Pak."
Berita Terkait
-
Viral Wanita Bandingkan Harga Make up dan Kebutuhan Suami, 'Kalau Protes, Kebangetan!'
-
Sultan Abis! Ngidam Pie Susu, Orang Ini Gercep Ajak Teman Beli Langsung ke Bali
-
Gara-gara Uang Rp1 Juta, Bukti WhatsApp Karang Taruna dan Janda Karawang Jadi Viral
-
Viral Preman Pungli Rp 50 Ribu ke Sopir Truk, Pelaku Ditangkap
-
Bupati Pangandaran Tutup Objek Wisata Pantai Karapyak
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi