Suara.com - Harapan Pale mendapatkan uang dari penjualan telepon genggam hasil jambret terhadap anak perempuan di kawasan Penggiilingan, Cakung, pupus sudah, setelah pelaku menjual barang curiannya ke media sosial, Facebook. Apes, ternyata calon pembeli telepon genggam curiannya merupakan paman dari korbannya.
Pale bersama seorang rekannya dengan mengendarai sepeda motor, menjambret telepon genggam milik seorang anak berinisial FS (11).
Peristiwa itu terjadi di Jalan Damar Elok, Blok G Perumahan Aneka Elok, Penggilingan, Jakarta Timur, sekitar pukul 11.00 WIB pada Senin (1/11/2021) lalu.
Mahfud (34), paman korban, mengatakan setelah mengetahui keponakannya menjadi korban penjambretan mendapat informasi pada sore harinya, bahwa di Facebook ada seorang menjual telepon genggam yang sama persis dengan milik FS.
“Saya telusuri, HP keponakan saya di COD-in melalui Facebook,” kata Mahfud saat dihubungi Suara.com, Rabu (3/11/2021).
Mendapat informasi itu, dia berpura-pura menjadi pembeli dan meminta pelaku untuk bertemu, guna melakukan transaksi.
Pale pun langsung tergiur. Menyetujui untuk bertemu, dengan harapan segera mendapatkan uang dari hasil penjualan barang curiannya.
Saat bertemu Pale datang seorang diri. Setelah berbasa-basi, Mahfud langsung menyamakan nomor IMEI telepon genggam keponakannya. Benar saja HP itu merupakan milik FS.
Saat itu Pale langsung diinterogasi untuk mengaku. Kepada Mahfud, dia mengaku hanya diminta menjual saja oleh rekannya. Bahkan pelaku berdalih tidak terlibat sama sekali saat peristiwa penjambretan.
Baca Juga: Nangis dan Ada Bekas Merah di Leher, Bocah Korban Jambret di Cakung Ternyata Dicekik
Namun, Pale pun tidak bisa mengelak saat warga menunjukkan rekaman aksinya saat menjambret korban yang terpantau oleh kamera pengawas alias CCTV di dekat lokasi.
“Awalnya enggak ngaku. Pas kami tekan-tekan dibawa ke pos RT. Kami kasih lihat rekaman CCTV-nya, iya dia pelakunya,” ujar Mahfud.
Pale pun akhirnya dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Terkini
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia
-
BEM se-DIY Gelar Aksi Damai di Malioboro, 400 Personel Polisi Siaga Humanis
-
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
-
Desakan Tarik Brimob dari Pengamanan Sipil Menguat, Polri: Ini Ulah Individu, Bukan Struktural
-
Karier Alex Noerdin: Dari Anak Tentara Hingga Gubernur Sumsel
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Polisi Ungkap Jaringan TPPO Jual Beli Bayi Lintas Daerah, Beroperasi dari Jakarta hingga Papua
-
KPK Perluas Pemeriksaan Kasus Pemerasan di Pati, Mantan Pejabat hingga Kades Dipanggil
-
Pelajar 16 Tahun Pukul Kakak Kandung hingga Tewas di Kelapa Gading, Polisi Dalami Motif Pelaku