Beugel menghadiri konferensi pers antara Mitsotakis dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Athena.
Beugel mengatakan pemimpin Yunani itu "berbohong" tentang penolakan migran di negara itu.
Organisasi hak asasi manusia, termasuk badan pengungsi PBB UNHCR, sebelumnya telah menuduh bahwa Yunani mendorong kembali para migran dari perbatasan darat dan lautnya menuju Turki.
"Saya mengerti bahwa di Belanda Anda memiliki budaya mengajukan pertanyaan langsung kepada politisi, yang sangat saya hormati," jawab Mitsotakis.
"Yang tidak akan saya terima adalah bahwa di kantor ini Anda menghina saya atau orang Yunani dengan tuduhan dan ekspresi yang tidak didukung oleh fakta material."
Beugel kemudian menyebut kondisi bagi para migran di Yunani "mengerikan”.
Sementara, Mitsotakis mengatakan pemerintahnya akan "mendukung" kebijakan suakanya yang "keras tapi adil".
Yunani adalah salah satu titik masuk utama bagi para migran ke UE.
Mitsotakis, yang partai kanan-tengahnya, Demokrasi Baru, berkuasa pada 2019, sebelumnya menyatakan frustrasi karena negara-negara Uni Eropa lainnya tidak berbagi beban untuk menampung para pencari suaka. pkp/vlz (Reuters, AP, AFP)
Baca Juga: Bayar Sendiri, Anak Kartika Putri Belanja Baju Capai Rp 80 Juta di Turki
Berita Terkait
-
Turki vs Amerika Serikat: Ujian Mental di Akhir Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Nestapa Timnas Turki, Gagal karena Kutukan Hakan Sukur?
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026, Arda Guler: Sedih dan Malu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT