Suara.com - Memperingati Hari Pahlawan 2021, Ketua DPR RI Puan Maharani mengikuti upacara perayaan bersama Presiden Joko Widodo di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Namun tak hanya mengenang jasa para pahlawan bangsa, tempat peristirahatan itu juga istimewa bagi Puan karena sang ayah, Taufiq Kiemas, juga dimakamkan di sana.
Setelah upacara usai, Puan menyempatkan diri nyekar ke makam Taufiq, yang berkali-kali dia sebut sebagai sosok yang dikagumi, idola, bahkan boleh dikatakan pahlawan masa kecilnya.
Mata Puan terlihat memancarkan kesedihan, meskipun sang ayah telah berpulang lebih dari 8 tahun yang lalu. Rasa kehilangan ini kembali menyergap ketika Puan berdiri di samping pusara.
Berbalut kerudung hitam, Puan tampak duduk khusyuk membacakan doa dan melantunkan ayat suci Al Quran. Setelah itu, dia menaburkan bunga ke atas makam sang ayah. Puan pun berlalu tanpa banyak bicara dan kembali bertugas.
Sosok Sang Ayah
Bagi seorang Puan Maharani, darah politik memang deras mengalir dari mulai kakeknya, Bung Karno, lalu ibunya Megawati Soekarnoputri. Namun, wejangan Taufiq Kiemas lah yang pertama mampu membangunkan darah politik Puan.
Sosok Taufiq Kiemas untuk Ketua DPR RI Puan Maharani tidak hanya sebagai ayah, tetapi juga inspirasi besar dalam karier politiknya. Puan pernah menyatakan ada andil besar Taufik yang membuatnya ingin terjun ke dunia politik.
Menurut Puan, dirinya banyak belajar soal perjuangan untuk rakyat dari hidup beliau. Ia juga mengakui bahwa gemblengan Taufiq Kiemas dan Megawati Soekarnoputri lah yang membentuk karakternya sebagai seorang politikus.
Dahulu, Taufiq pernah berpesan pada Puan untuk berjuang dari dalam sistem. Agar ia dapat lebih banyak membantu masyarakat. Puan melihat bahwa untuk membuat perubahan yang signifikan, dia mau tak mau memang harus masuk struktur pemerintahan.
Baca Juga: Relawan Deklarasi Kader untuk 2024, PDIP Sebut Puan-Ganjar Aset Tak Akan Bikin Perpecahan
"Kata Pak Taufiq, Nggak ada teorinya, hanya bisa dirasakan kalau kamu sudah menyatu dengan semua orang yang nanti akan bahu-membahu bersama kamu memenangkan atau kalah dalam satu perjuangan," kata Puan menceritakan pesan dari ayahnya.
Kata-kata ini menjadi awal mula keberaniannya memulai karier sebagai politikus.
Maka tak salah bahwa kepergian Taufiq merupakan peristiwa kehilangan yang amat sangat bagi Puan. Dia kehilangan sosok ayah juga mentornya dalam berpolitik.
“Sebuah kehilangan bukan hanya beliau sebagai seorang suami bagi Ibu Megawati, dan ayah bagi kami. Tetapi juga kami merasa kehilangan seorang guru, mentor, dan panutan politik dalam perjuangan serta pembimbing kami dalam kehidupan,” tutur Puan pada haul Taufiq Kiemas, pada Selasa (8/6/2021).
Karier Politik Sang Ayah
Taufiq Kiemas adalah seorang tokoh yang malang melintang di kancah politik Indonesia. Almarhum menduduki kursi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI pada tahun 2009-2014.
Ayah Puan maharani ini memiliki darah Palembang-Minangkabau dan punya bergelar Datuk Basa Batuah dari keluarganya.
Berita Terkait
-
Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan
-
Perpisahan Terakhir untuk Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu
-
Puan Maharani Kurban Sapi Limousin 1 Ton, Singgung Soal Keadilan Sosial di Idul Adha
-
200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online, Puan: Ini Bisa Melahirkan Generasi Bermental Rapuh
-
Puan Maharani Minta Prabowo Gunakan Semua Celah Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan