Ketika proses negosiasi berlangsung, satu anggota pemadam kebakaran Sektor Kembangan yang telah berada di lantai empat, dengan menggunakan perlatan, melompat keluar dari jendela. Saat itu, HK telah dalam posisi duduk usai menerima tawaran minum dari petugas.
"Mas beragama islam," tanya petugas yang sudah bergelayutan menggunakan tali.
"Istigfar Mas. Semua masalah akan bisa terselesaikan," kata anggota lain, menimpali.
"Anda tidak sendiri di sini, punya kawan, punya teman, ada kami di sini."
Setelah perbincangan tersebut, anggota pemadam kebakaran yang sudah berada di balkon lantai empat langsung memeluk HK. Hal itu dilakukan agar HK berada dalam posisi aman.
"Akhirnya dia (HK), kami evakuasi melalui jendela," ucap Joko.
Riuh tepuk tangan langsung mengelegar usai HK berhasil dievakuasi. Warga yang memadati lokasi kejadian memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas pemadam kebakaran dan kepolisian yang telah berhasil mengagalkan upaya bunuh diri tersebut.
Mendengar tepuk tangan yang riuh, Joko dan empat anggotanya merasakan hal yang luar biasa. Satu nyawa bisa diselamatkan sore itu. Lima petugas Sektor Kembangan itu terharu, sampai sepatah kata keluar dari mulut mereka, sore itu.
"Alhamdulillah dalam arti, anggota kami berhasil mendekat, itu luar biasa, tenang. Jadi Alhamdulillah satu nyawa terselamatkan," tutup Joko.
Baca Juga: Polisi Telisik Pinjaman Online Diduga Jadi Sebab Pegawai Minimarket Coba Bunuh Diri
Kesaksian Warga
Billy (48), seorang pegawai sebuah klinik yang berlokasi di ruko minimarket tempat HK bekerja mengaku melihat peristiwa upaya bunuh diri tersebut. Dalam kesaksiannya, dia menyebut jika kondisi sore itu menyedot perhatian warga sekitar.
"Kemarin sore itu kondisinya ramai sekali, orang dari luar kawasan apartemen malah yang paling banyak," ungkap Billy saat dijumpai di lokasi, Senin (22/11/2021).
Billy kemudian menyeka saku celananya. Setelah meraih ponsel genggamnya, dia menunjukkan video berdurasi kurang lebih satu menit yang berisi kejadian kemarin sore.
Dalam video itu, kerumunan warga berjejal di lokasi kejadian. Rupanya, upaya bunuh diri yang dilakukan HK mengundang perhatian warga sekitar.
Suara-suara bersahutan, mencoba membujuk agar HK tidak nekat terjun bebas dari lantai 4.
"Kalau kamu ada masalah, ayo lah ngobrol," ujar petugas pemadam kebakaran.
"Kalau ada masalah ngomong, nanti biar di selesaikan," ujar seorang petugas kepolisian.
"Kamu masih muda", kata seseorang lainnya.
"Sudah, jatuh saja," ujar seorang warga yang kesal melihat aksi percobaan bunuh diri tersebut.
Demikian penuturan Billy ketika mencoba menceritakan peristiwa kemarin sore. Saat itu, HK diketahui sudah berada di balkon lantai 4 ruko tersebut.
Mengetahui adanya peristiwa tersebut, Billy langsung mengontak pihak security pada pukul 15.40 WIB. Oleh pihak security, laporan itu diteruskan kepada pihak Polsek Kembangan dan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Dalam peristiwa tersebut, HK dilaporkan hanya diam saja, tanpa bersuara da mengeluarkan kalimat sepatah kata. Justru, yang histeris ada orang-orang yang menyaksikan peristiwa tersebut, khususnya pegawai minimarket tempat HK bekerja.
"Dia tidak ngomong, diam saja. Malah yang di bawah, yang pada nonton yang teriak-teriak. Ada yang tegang, histeris dan nangis-nangis, apalagi teman akrabnya, kasirnya pada nangis juga," ujar Billy.
Billy menyebut, HK tidak sampai hati melompat dari lantai 4 setelah berhasil dirayu oleh petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian. Upaya pembujukan tersebut berlangsung kurang lebih satu jam.
"Ketika sudah ada Damkar, baru lah dibujuk. Begitu sudah ketangkep, kan warga banyak yang di bawah, langsung tepuk tangan semua," pungkas Billy.
Terlilit Utang Pinjol Rp 90 Juta
Sebelumnya, Kapolsek Kembangan Kompol H Khoiri menyebut peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. HK merupakan pemuda asal Ciledug, Tangerang.
"Alhamdulillah dengan ikhtiar dan doa bersama korban berhasil diselamatkan" kata Khoiri kepada wartawan, Minggu (21/11/2021).
Berdasar keterangan awal, HK nekat bunuh diri lantaran depresi. Dia terlilit utang pinjol senilai Rp 90 juta.
"Korban depresi terlilit utang pinjol sebesar Rp 90 juta," beber Khoiri.
Selain terlilit utang, alasan lain HK nekat bunuh diri ternyata karena kalah judi online. Padahal dia bermain judi dengan tujuan untuk membayar utangnya.
"Namun korban tidak pernah menang slot (judi) hingga korban mendapat teror dari pihak pinjol karena tidak membayar pinjaman" pungkas Khoiri.
Berita Terkait
-
Polisi Telisik Pinjaman Online Diduga Jadi Sebab Pegawai Minimarket Coba Bunuh Diri
-
Gelantungan Selamatkan Korban Pinjol di Atas Ruko, Saksi: Petugas Damkar Kayak Superman
-
Detik-detik Penyelamatan Korban Pinjol Mau Bunuh Diri, Warga Kembangan Siapkan Kasur
-
Rekan Kerja Ungkap Ibu Dari Pegawai Minimarket Terlilit Pinjol Jadi Korban Tabrak Lari
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah