Suara.com - Perselingkuhan mungkin sudah semakin marak terjadi belakangan ini. Merupakan cobaan besar dalam berumah tangga, perselingkuhan ini sama dengan berzina alias dosa besar. Lantas bagaimana azab suami selingkuh?
Dampak negatif dari perselingkuhan akan dirasakan banyak pihak, terutama anak-anak. Apalagi jika perselingkuhan berlanjut menjadi perceraian. Allah SWT jelas melarang perselingkuhan yang juga merujuk pada zina.
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk dan kalau terjadi perzinahan, maka ada akibat buruk untuk pelakunya di dunia dan di akhirat”, (QS Al-Isra: 32).
Tidak hanya melarang perselingkuhan saja, Islam juga menegaskan azab dunia maupun akhirat bagi orang-orang yang berselingkuh.
Melansir sebuah tayangan di kanal YouTube Taman Surga Net yang diunggah pada 20 November 2021, begini penjelasan Ustadz Abdul Somad mengenai bagaimana azab suami selingkuh.
"Nabi melihat ada orang di hadapannya. Di depan orang itu ada daging segar, bagus, tapi dibiarkannya, ditengok pun tidak. Tapi ada daging busuk berulat, itu yang dia makan semangat. Kata Nabi, ini siapa? Kata Jibril, itulah orang yang punya istri baik, sholehah, tapi ternyata dia selingkuh", ungkap ustadz Abdul Somad.
Menurut Ustadz Abdul Somad, memang sekarang ini perselingkuhan mudah sekali. Berawal dari tukar nomor telepon, lalu saling cerita, lama-lama cinta tumbuh karena ingin terus bersama. Lantas, apa yang harus dilakukan jika seorang suami telah melakukan perselingkuhan?
Menurut Ustadz Abdul Somad, seorang suami yang berselingkuh harus segera bertaubat. Pertama, ambil wudhu dengan niat bertaubat, setelah itu menunaikan sholat taubat 2 rakaat, dilanjutkan dengan berdzikir.
"Kalau sampai meneteskan air mata, lebih bagus", ujar ustadz Abdul Somad.
Baca Juga: Kenapa Orang Sholeh Cepat Wafat? Ustadz Abdul Somad Meluruskan
Selain azab di akhirat, seseorang yang berselingkuh juga akan mendapatkan azab dunia. Ketika seseorang melakukan perselingkuhan, maka jangan harap akan mendapatkan kebaikan selama hidup.
Pasalnya, perbuatan baik akan berbuah kebaikan dan perbuatan jahat akan berbuah keburukan bagi kehidupan kita. Selain itu, azab dunia bagi orang yang berselingkuh adalah sulit mendapatkan keberkahan rezeki. Meskipun kariernya bagus, namun ternyata punya penyakit atau bangkrut di masa tua misalnya.
Demikian penjelasan Ustadz Abdul Somad mengenai bagaimana azab suami selingkuh.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi