Suara.com - Setiap manusia tentu saja berlomba-lomba dalam meraih kebaikan untuk memperoleh pahala dan keridhoan Allah SWT. Ustadz Abdul Somad atau yang lebih akrab disapa UAS mengungkap bahwa ada 1 amalan yang lebih hebat dari mati syahid, jihad, dan juga haji mabrur.
Amalan apakah itu? Mengutip tayangan di kanal YouTube Sumber Kajian yang diunggah 4 November 2021, berikut ini penjelasan Ustadz Abdul Somad mengenai 1 amalan yang lebih hebat dari mati syahid, jihad, dan haji mabrur.
"Ada 1 amal yang lebih hebat daripada mati syahid, lebih hebat daripada jihad, lebih hebat daripada haji mabrur, lebih hebat daripada puasa sunnah, lebih hebat daripada membangun masjid, apa amal itu? Ridho menerima takdir Allah SWT", Ustadz Abdul Somad menjelaskan.
Satu amalan yang lebih hebat dari mati syahid, jihad, dan haji mabrur adalah ridho menerima takdir Allah SWT.
"Orang yang masuk surga belum tentu dapat ridho Allah, tapi orang dapat ridho Allah pasti dapat surga", ungkap Ustadz Abdul Somad.
Dengan ridho menerima seluruh takdir yang diberikan oleh Allah SWT, maka kita akan dapat surganya Allah SWT.
"Kalau terasa sempit dunia, satu-satunya yang bisa kita hembuskan nafas panjang, tarik nafas panjang dan katakan 'Allah' tak ada lain daripada itu. Kalau terasa sempit dunia, tak ada yang bisa melapangkannya kecuali Allah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT", Ustadz Abdul Somad menambahkan.
Mengapa kita harus ridho menerima takdir yang diberikan oleh Allah SWT? Karena jika kita tidak ridho pun, kejadian atau hasil itu pun tetap terjadi. Untuk itu, apapun yang terjadi, maka kita harus bersikap ridho.
Allah telah memberikan wahyu kepada Nabi Musa AS, "Wahai Musa, siapa yang tidak ridha dengan keputusan-Ku, tidak sabar dengan ujian-Ku, dan tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Ku, maka hendaklah ia pergi dari bumiku dan langitku, dan hendaklah ia mencari Tuhan selain Aku.” "Terimalah takdirmu dengan Ridho".
Baca Juga: Bekal Terbaik Sebelum Ajal Menjemput: Senantiasa Ingat Allah!
Demikian penjelasan Ustadz Abdul Somad tentang amalan yang lebih hebat dari mati syahid. Semoga kita semua selalu diberi perlindungan Allah SWT.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Tag
Berita Terkait
-
Ustadz Abdul Somad: Tanamkan 6 Rasa Takut Kepada Allah
-
Tak Setuju Seruan Memberontak Pemerintah, Ustaz Suparman Abdul Karim: Mati Jahiliyah
-
Sempat Ditangkap Polisi, Pria Penyebar Pesan Jihad Lawan Densus 88 Dibebaskan
-
Serukan Jihad Lawan Densus dan Bakar Polres, AW Ngaku Habis Telan 4 Butir Pil Riklona
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi