"Mereka kadang masih mengirim kabar. Saya bangga berhasil menelurkan generasi Australia yang belajar Bahasa Indonesia."
Sejak 2007, Budi mengatakan ia menyaksikan bagaimanatren minat belajar Bahasa Indonesia di Australiamulai turun dan terjadi hingga sekarang.
Padahal menurut ahli politik tersebut,peluang yang hadir dengan lebih memahami bahasa dan budaya Indonesia akan semakin banyak di masa depan, setelah Indonesia dan Australia mencapai kesepakatan kerja sama IA-CEPA.
"
"Indonesia akan dijadikan partner penting, lebih penting dari sebelumnya," katanya.
""Ini sebetulnya bisa mendorong investasi untuk menggerakan kembali pengajaran Bahasa Indonesia, karena ke depannya Australia membutuhkan dan bermitra dengan Indonesia dalam rangka proyeksi mereka mengawal keamanan Laut Cina Selatan."
Ia menekankan pernyataan mantan perdana menteri Australia, Paul Keating, tentang bagaimana Indonesia adalah mitra yang penting untuk Australia.
"Saya selalu percayahubungan antar negara harus dibangun di atas basis antar orang," katanya.
"Dengan mempersiapkan generasi muda Australia yang mumpuni, ketika mereka lulus dan berkarier, tidak saja akan membantu portfolio individu mereka, tapi juga bangsa ini."
Baca Juga: Tanpa Mahasiswa Asing, Bagaimana Nasib Masa Depan Universitas di Australia?
Menurutnya, pengenalan Bahasa Indonesia tidak boleh terpaku pada cara lama yang tradisional, misalnya"hanya gamelan" karena Indonesia "tidak hidup dalam etalase museum".
"Saya sudah mengenalkan sedikit demi sedikit terutama dari Youtube, Netflix, Spotify. Perspektif pengajaran ke depan harus benar-benar untuk generasi berbeda," ujarnya.
"Pengajaran tidak hanya bahasa tapi juga di bisnis, perubahan iklim, pariwisata, teknologi, khususnya anak-anak milenial ... yang punya perspektif, pandangan dan keinginan yang berbeda."
Sumbangan bagi komunitas Indonesia di Adelaide
Kiprah Budi tidak hanya seputar kampus.
Ia mengatakan sesekali mengunjungi kantor anggota parlemen Australia untuk memohon dukungan dalam mempromosikan pengajaran Bahasa Indonesia bagi anak muda.
Budi meminta agar aspek pendidikan dan kebudayaan juga dimasukkan ke dalam agenda misi perdagangan, selain bisnis dan investasi.
Sementara di kalangan komunitas warga Indonesia di Australia Selatan, pria berusia 58tahun juga ikutaktif terlibat dalam mempromosikan kebudayaanIndonesia.
Budi adalah salah satu pemrakarsafestival tahunan yang menampilkan kesenian dan makanan Indonesia bernama Indofest, yang sudah berlangsung sejaktahun 2008.
"Idenya adalah mendatangkan Indonesia di pusat kota Adelaide, kan orang Australia enggak bisa semuanya ke Bali atau Yogyakarta," ujarnya.
Karena Australia Selatan tidak memiliki kantor perwakilan Pemerintah Indonesia, Budi mengaku jika ia dan beberapa teman terkadang menjadi "wakil" secara sukarela.
Budi pun pernah menjadi direktur akademik inisiatif "Jembatan" di tahun 2015-2016 yang menghubungkan para alumni Flinders University dari Indonesia, yang menurutnya adalah "aset penting" dalam membantu program pengajaran dan perekrutan mahasiswa Indonesia ke universitas tersebut.
Kegiatan setelah pensiun
Setelah pensiunnya nanti, Budi mengatakan bukan berarti kontribusinya sebagai akademisi juga akan selesai.
"
"Saya ingin mendedikasikan waktu saya untuk universitas-universitasdi Indonesia, jika saya dibutuhkan mungkin 1 bulan intensive researchmengajar atau masterclass," ungkapnya.
"Rabu kemarin (1/12), ia baru meluncurkan bukunya yang berjudul "Indonesia dalam Pusaran Politik Regional" secara online.
Buku tersebut berisi 13 tulisan yang dikerjakan Budidari tahun 1994 hingga 2014 mengenai refleksi Indonesia "dalam dinamika dan arus pasang-surut politik regional".
"Perasaan saya bahagia. Saya terlalu lama hidup di luar negeri, sudah punya harta, takhta, dan jabatan ... ini buku pertama saya dalam Bahasa Indonesia," ujarnya.
Ia juga berencana untuk menulis novel tentang perjumpaannya dengan warga di Adelaide, sembari terus menjalankan hobinya: bersepeda keliling kota.
Berita Terkait
-
Bersinar di Laga Spanyol Vs Cape Verde, Vozinha Ternyata Eks Rekan Setim Witan Sulaeman
-
Penumpang KA Bersubsidi Tembus 7,8 Juta Orang hingga Mei 2026
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Dipukul dan Dilempar Air saat Diskusi UGM Ricuh, Sudaryono: Kami Tidak Kabur, Malah Duduk di Aspal!
-
Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa! Menteri Nusron dan Sudaryono Dievakuasi Mobil Patroli
-
Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba
-
Your Jewelry, your story! Temukan Inspirasi Stacking Jewelry ala Shopee
-
'Suara Indonesia Penting!' Presiden Palestina Telepon Prabowo, Minta RI Terus Kawal Gaza
-
China Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Dukung Pembukaan Kembali Selat Hormuz
-
Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Dialog di UGM, Sebut Keluar karena Alasan Keamanan
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG