Suara.com - Enam telur komodo menetas di kebun binatang di Inggris setelah upaya pengembangbiakan yang cukup sulit. Menyadur Fox 5 NY Selasa (14/12/2021), sepasang komodo dewasa dibiakkan pada Maret 2021.
"Penjaga harus hati-hati memantau Komodo dewasa ketika dipasangkan untuk kawin karena perilaku pacaran kadang-kadang bisa menjadi agresif," tulis Kebun Binatang Bronx dalam sebuah rilis.
Sebulan kemudian, komodo betina berhasil bertelur yang langsung ditempatkan di inkubator oleh petugas. Staf memantau telur itu selama tujuh bulan sampai menetas di bulan November.
"Komodo adalah salah satu spesies paling menarik di planet ini dan bayi komodo ini mewakili masa depan yang penuh harapan bagi spesies ini," kata Don Boyer, kurator herpetologi kebun binatang.
"Mereka akan menjadi duta besar yang luar biasa untuk rekan-rekan liar mereka karena mereka membantu kami meningkatkan kesadaran tentang kebutuhan konservasi."
Kebun Binatang Bronx telah memamerkan komodo dewasa sejak 2014 di Pusat Kebun Binatang dan beberapa bayi komodo bisa dilihat di Dunia Reptil.
Komodo ( Varanus komodoensis ) adalah spesies kadal hidup terbesar di dunia; orang dewasa dapat tumbuh hingga 150 pon dan panjang 10 kaki. Reptil ini asli pulau Komodo, Flores, Rinca, Padar, Gili Motang, dan Nusa Kode di Indonesia bagian timur.
The Wildlife Conservation Society's mengklasifikasikan komodo sebagai reptil yang terancam punah. Kurang dari 2.500 komodo yang tersisa di alam liar, menurut beberapa perkiraan.
Baca Juga: Diperkirakan 10 Ha Lahan Pulau Rinca Terbakar, Bagaimana Nasib Komodo?
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara