Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tidak mau memanfaatkan jabatannya sebagai pejabat negara, untuk tidak mengikuti aturan karantina Covid-19.
Langkah itu dilakukannya kepada keluarganya yang baru pulang dari Belanda.
Mahfud bercerita soal anak dan cucunya yang baru pulang dari Belanda pada tiga hari lalu. Ia tidak meminta untuk mendapatkan dispensasi supaya anaknya bisa lolos dari proses karantina.
"Saya suruh karantina, tidak usah nyebut bahwa kamu anak saya, (harus) karantina," kata Mahfud dalam pidatonya pada acara rapat kerja nasional Satgas Saber Pungli di Jakarta, Rabu (15/12/2021).
Secara tegas, Mahfud meminta kepada anaknya menjalankan karantina 10 hari dan tidak berupaya untuk ke luar dari hotel. Apabila hal itu dilanggar, Mahfud tidak segan untuk menyeret anaknya ke jalur hukum.
Tindakan tersebut dilakukan Mahfud untuk membiasakan diri menjaga moral sebagai warga negara. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut kalau hukum bisa saja diatur namun tidak dengan kesadaran moral.
"Hukum si mungkin bisa diatur, saya salah, telepon, tolong deh kan salah kecil gitu. Bisa diindustrikan. Tapi moral tidak bisa diindustrikan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal
-
Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung
-
Kapolda Metro ke Anggota: Jangan Sakiti Hati Masyarakat, Satu Kesalahan Bisa Hapus Seluruh Prestasi!
-
Thomas Djiwandono Geser ke BI, Benarkah Juda Agung Jadi Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo?
-
Usut Kasus Korupsi Rumah Jabatan, KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Hari Ini
-
70 Anak Indonesia Terpapar Komunitas Kekerasan TCC, Komisi X DPR: Tentu Ini Jadi Persoalan Serius
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
-
Pria 55 Tahun di Pasar Minggu Diduga Lecehkan Anak, Polisi Evakuasi dari Amukan Warga
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat