Suara.com - Menkopolhukam Mahfud MD mengungkap ada Dirjen mundur dari jabatannya lantaran diminta setoran Rp40 miliar oleh seorang menteri.
Terkait itu, Waketum PPP Arsul Sani meminta Mahfud mengungkap nama menteri terkait.
"Cerita Pak Mahfud MD tentang adanya menteri yang minta setoran dari Dirjennya itu tidak perlu kita ributkan tentang siapa menteri dan siapa dirjennya itu," kata Arsul kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).
Arsul memandang apa yang diungkapkan Mahfud menunjukkan bahwa realitas di lapangan ternyata masih ada pejabat yang memanfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan dari anak buah mereka.
"Karena saya yakin Pak Mahfud MD membagi cerita itu untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa masih ada di jajaran pemerintahan kita yang memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan partainya," tutur Arsul.
Arsul berujar persoalan itu menjadi tantangan ke depan. Di mana hal-hal yang menjadi dasar soal semestinya sudah harus dibenahi.
Sementara itu terkait apakah Mahfud MD harus melaporkan kepada Presiden Jokowi atas tindakan seorang menteri minta setoran karena berpotensi melakukan tindak pidana korupsi? Arsul menjabawa biar hal tersebut menjadi urusan Mahfud.
"Itu biar dibicarakan oleh Pak Mahfud MD dengan presiden," ujar Arsul.
Baca Juga: Tambal Kekurangan Penginapan di Lombok Saat MotoGP Ratusan Kapal Pinisi Pun Didatangkan
Berita Terkait
-
Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut MotoGP 2022, Jokowi: Cukup Bagus
-
Tambal Kekurangan Penginapan di Lombok Saat MotoGP Ratusan Kapal Pinisi Pun Didatangkan
-
Gaya Jokowi Pakai Jaket G20 Saat Tinjau Fasilitas Untuk MotoGP Di Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok
-
Ubedilah Laporkan Gibran dan Kaesang ke KPK, Jokowi Mania: Dia Cuma Mau Pansos
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM