Suara.com - Partai Nasdem disebut berpotensi tak lolos ke parlemen di 2024, lantaran berdasarkan hasil survei terbaru milik Lembaga Trust Indonesia Research and Consulting hanya memperoleh elektabilitas 3,9 persen.
Menanggapi hal itu, Politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago, justru tertawa. Ia menilai, hasil survei tak melulu berbanding lurus dengan kenyataan. Irma menunjuk pada hasil dua pemilu sebelumnya.
"Hahaha. Masih ingat Pileg 2014? Saat itu kami cuma di survei 2%. Hasilnya 6,7% dengan 36 anggota legislatif. Lalu 2019, kami juga di survei 3,8%. Hasilnya 9%-an dengan 59 anggota dewan. Pertanyaannya, siapa yang salah ya?" katanya saat dihubungi, Rabu (2/2/2022).
Ia mengatakan, Nasdem bukannya tidak percaya terhadap hasil survei. Namun menurutnya, setiap hasil survei hanya dijadikan dasar pijakan saja.
"Bukan tidak percaya survei ya, tapi bagi kami hasil survei hanya kami jadikan dasar pijakan untuk terus bekerja lebih keras lagi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Irma mengatakan, Nasdem justru yakin jika partainya bisa berada di urutan tiga besar pada Pemilu 2024 nanti.
"Jadi sudah biasa kami di survei dengan hasil seperti itu. InshaAllah kami percaya diri untuk berada di 3 besar pada Pileg 2024," katanya.
Hasil Survei
Sebelumnya, Lembaga Trust Indonesia Research and Consulting merilis hasil survei tentang tren pilihan publik kepada partai politik.
Baca Juga: PDIP Puncaki Survei Elektabilitas, Tiga Parpol Ini Berpotensi Tak Lagi Melenggang ke Senayan
Melansir Wartaekonomi.co.id-jaringan Suara.com, hasilnya PDIP memenangi kontestasi politik jika Pemilu digelar saat ini. Survei dilakukan 3 hingga 12 Januari 2022 dengan metode wawancara langsung atau tatap muka.
Total responden sebanyak 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat di seluruh provinsi. Margin of error survei kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
"Hasil survei, di peringkat pertama PDIP (dengan elektabilitas) 21,8%," kata Direktur Eksekutif Trust Indonesia Research and Consulting Azhari Ardinal di Jakarta, Senin (31/1/2022).
Di urutan kedua ditempati Gerindra dengan elektabilitas 17,3%, disusul Golkar 10,6%, PKS 9,9% dan PKB 8,1%. Selanjutnya Partai Demokrat dengan 7%.
Hasil mengejutkan, tiga partai politik tidak lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4%. Berdasarkan survei, tiga parpol yang tidak memiliki kursi di Senayan jika pemilu dilaksanakan hari ini adalah Partai Nasdem, PPP dan PAN.
"Partai Nasdem elektabilitas 3,9%, PPP 2,9%, dan PAN 1,9%," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan