Suara.com - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, menegaskan bahwa kemungkinan besar pihaknya batal menggelar Konvensi Calon Presiden. Nasdem mengaku realistis, jika menggelar konvensi capres akan terbentur sejumlah faktor.
"Saya pikir mendekati bisa saya katakan bisa selesai itu. Cerita soal konvensi selesai," kata Surya di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Selasa (22/2/2022).
Surya menyampaikan, memang sejak awal pihaknya menyelenggarakan konvensi tersebut benar-benar serius, yakni ingin sampai pada tahapan mampu menggusung calon hasil konvensi itu dengan persyaratan yang lengkap. Menurutnya, konvensi tersebut tidak hanya sekedar memilih calon saja.
Dia mengatakan, akan percuma jika Nasdem membuat konvensi capres ternyata ujung-ujungnya calon yang terpilih tidak bisa diusung oleh Nasdem sendiri. Terlebih adanya aturan Presidential Threshold 20 persen.
"Nah ini yang menjadi handycap jujur aja toh Nasdem tidak mampu untuk menawarkan dirinya sendiri kemudian mengusung seseorang siapapun yang dia rasa tepat pas menjadi capres kalau dia tidak memenuhi persyaratan yang ada," tuturnya.
"Tadi saya katakan. jelas kan sudah saya katakan, Nasdem tidak bisa memenuhi, 20 persen PT kami, masak kami bikin konvensi," sambungnya.
Lebih lanjut, Surya mengatakan, pihaknya akan lebih fokus saja terhadap dua hal yakni pemenangan Pileg dan Pilpres di 2024. Menurutnya, langkah tersebut lebih bagus dilakukan.
"Lebih bagus difokuskan oleh Nasdem untuk bagaimana menyikapi, kondisi ke depan dengan 2 tahapan lenting yang paling diutamakan Nasdem yaitu Pilpres dan Pileg. Di samping hal-hal lain kita tahu pemilih itu ada hal-hal lain. Seperti yang namanya Pileg itu ada wilayah, daerah, ada DPD," tandasnya.
Sebelumnya, Partai Nasdem berencana menggelar konvensi calon presiden pada 2022. Konvensi capres yang menjadi amanat kongres Nasdem itu bakal digelar bila koalisi partai telah terbentuk.
Baca Juga: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh Segera Umumkan 3 Calon Presiden untuk Pilpres 2024
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali menyatakan bahwa konvensi bukan untuk pencitraan atau peningkatan elektabilitas saja.
"Konvensi adalah ajang mencari pemimpin negeri ini, kader terbaik yang dimiliki bangsa ini. Maka prasyarat itu (koalisi) harus terpenuhi," kata Ali kepada wartawan, Kamis.
Ali menuturkan, Surya Paloh selaku Ketua Umum NasDem diberikan amanat penuh untuk menentukan arah koalisi.
Lebih lanjut, kata Ali, karena sifat konvensi adalah menyiapkan panggung, jadi ketika koalisi terbentuk namanya menjadi konvensi koalisi.
Menurutnya, konvensi akan berjalan menarik lantaran bisa memfasilitasi orang-orang potensial dan mempunyai mimpi untuk membangun negeri memperoleh kesempatan, tidak dimonopoli oleh kader parpol saja.
Berita Terkait
-
Akui Sedang Godok Tiga Nama Figur untuk Pilpres 2024, Surya Paloh: Tahun Ini Kita akan Jelaskan Siapa Capres Nasdem
-
Anies Dinilai Rugi Jika Diusung Nasdem di Pilpres, Irma Chaniago: Keputusan Nasdem Dukung Presiden Terbukti Joss!
-
Jokowi Kagumi Kantor Baru Nasdem: Saya Nggak Bisa Ngomong
-
Pengamat Sebut Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Punya Peluang Diusung Nasdem
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik