Suara.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengingatkan tak boleh ada yang saling mengklaim dalam pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Prasetio menuturkan pembangunan JIS merupakan kerja-kerja dari gubernur sebelumnya yakni Gubernur DKI Jakarta era Sutiyoso, Fauzi Bowo (Foke), Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Karena itu kata dia, harus diapresiasi.
"Kalau bicara stadion (JIS) mungkin nggak boleh klaim klaim-an ya," ujar Prasetio seperti dikutip dari channel Youtube Total Politik, Selasa (22/2/2022).
Politikus PDI Perjuangan in imenyebut rencana pembangunan JIS sudah ada sejak lama, atau dari era Gubernur Sutiyoso. Namun ketika itu belum tereksekusi.
"Mau siapapun gubernur pada saat ini pasti itu akan dibangun. Memang itu rencana sudah lama. Zaman pak Sutiyoso tidak tereksekusi, tapi sudah groundbreaking, zaman pak Foke seperti itu juga," ucap dia.
Prasetio melanjutkan, ia melihat adanya progres pembangunan JIS di era sebelum Gubernur Anies Baswedan yakni era Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, dan Djarot Saiful Hidayat.
Namun pembangunan untuk markas Persija ketika itu gagal dieksekusi karena Ahok- Djarot kalah dalam pertarungan Pilkada DKI 2017 silam.
"Saya mengikuti itu, ada progresnya dan dianggarkan itu (untuk stadion), disiapkan anggaran. Tapi karena satu situasi, akhirnya pertarungan pilkada, jadi terhambat," papar dia.
Hingga akhirnya Anies menang dalam Pilkada DKI dan kemudian mengeksekusinya dengan anggaran Rp 4,5 Triliun.
Baca Juga: Beban Berat Duet Anies-RK di Pilpres 2024: Elektabilitas, Partai dan Ongkos Pemilu
"Jadi nggak ada alasan, ini bicara bukan zaman-zaman ini bicara pemerintah daerah, ada eksekutif legislatif dan ketua DPRD-nya sampai hari ini siapa, saya. Saya tahu," kata Prasetio.
Lebih lanjut, Prasetio pun menjelaskan alasan pembangunan JIS harus dilakukan. Salah satu alasannya karena Stadion Menteng dan Lebak Bulus sudah dirobohkan.
"Kita hargai pecinta bola di Jakarta ini kan ada Jakmania itu," kata Prasetio.
Ia kemudian menyindir Anies sebagai gubernur yang bersih. Ia menilai mantan Mendikbud itu tak mengerjakan apapun, sebab telah dikerjakan oleh gubernur sebelumnya.
"Makanya kalau saya ditanya pak Anies bersih? bersih, orang nggak ada yang dikerjain," kata Prasetio seraya tertawa.
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Tanpa Jabatan Publik Disebut Bakal Lebih Leluasa, Pengamat: Elektabilitasnya Bukan Hanya Terjaga
-
Beban Berat Duet Anies-RK di Pilpres 2024: Elektabilitas, Partai dan Ongkos Pemilu
-
Elektabilitas Anies Disebut Akan Menurun Setelah Tak Menjabat Gubernur, Pengamat: Itu Teori Alamiah
-
Anies Dinilai Rugi Jika Diusung Nasdem di Pilpres, Irma Chaniago: Keputusan Nasdem Dukung Presiden Terbukti Joss!
-
Geruduk Kantor Anies Bawa Jerigen Kosong, Puluhan Warga dari 3 Kampung Minta Layanan Air Bersih
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan