Suara.com - Belum lama memakan korban nyawa, rombongan orang terlihat kembali melakukan ritual di Pantai Payangan Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur. Hal ini terlihat dalam video yang tersebar di media sosial.
Pada video yang dounggah oleh akun Instagram @indoflashlight, terlihat segerombolan orang tengah mengadakan ritual.
Tanpa kapok dengan kejadian sebelumnya, mereka mesukkan tubuh ke dalam laut hingga setinggi dada.
Pada video tersebut, rombongan ritual akirnya ditertibkan dan dilarang untuk melakukan ritual di Pantai Payangan. Namun peringatan petugas yag membawa pengeras suara tak digubris.
"Meski sudah dilarang petugas warga nekat menggelar ritual. Petugas sampai harus memperingati mereka dari jarak dekat namun tidak diindahkan," tulis akun tersebut.
"Menurut informasi ritual semacam ini dilakukan untuk membersihkan jiwa. Namun dalam kondisi seperti ini tidak baik melakukan ritual yang dapat membahayakan jiwa. Terlepas dari kepercayaan masing-masing," imbuhnya.
Sebelumnya ritual serupa juga dilakukan di pantai tersebut. Ritual yang dilakukan pada Minggu (13/2/2022) lalu itu berujung maut, menewaskan 11 orang akibat terseret air laut.
Video kembalinya rombongan yang melakukan ritual di Pantai Payangan tersebut tenty mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Biarkan saja. Bikin susah orang lain saja. Basarnas udah bekerja maksimal," komentar warganet.
Baca Juga: Viral Video Sejumlah Orang di Jember Kembali Gelar Ritual di Pantai
"Tolong lah kalau hilang lagi, enggak usah repot-repot dicari. Biar keluarganya sendiri yang nyari," imbuh warganet lain.
"Oi ombak, seret lagi aja enggak papa, dan untuk tim sar enggak usah dicari," tulis warganet di kolom komentar.
"Itu yang berendam kurang ke tengah deh. Biar ritualnya lebih di dengar sama yang maha esa," timpal lainnya.
"Biarin aja, hitung-hitung ngurangin orang kayak gitu," balas lainnya.
Saat berita ini dibuat, video tersebut telah disukai lebij dari 11 ribu kali dengan ratusan komentar dari warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terkini
-
Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak
-
Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran
-
Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret