'Seperti reaksi alami'
Oleksandr Petrov berasal dari Crimea wilayah yang dikuasai Rusia sejak tahun 2014.
Sebelumnya Oleksandr adalah tentara angkatan udara yang sekarang menjadi tentara cadangan.
"Saya datang dari Arab Saudi. Ketika invasi dimulai, saya meminta perusahaan saya untuk menyediakan tiket pulang dan perusahaan melakukannya untuk saya," katanya.
"Ketika ada agresi asing, ini seperti reaksi alami, reflek. Kami menyadari bahwa sejarah negeri kami sedang ditulis kembali.
"Ini halaman buku yang besar dan saya tidak senang halaman buku sejarah ditulis dengan huruf berdarah. Ini hal yang buruk namun itulah kehidupan."
Oleksandr kesal dengan durasi perjalanan pulang yang terhitung lambat dan khawatir karena tidak mendengar kabar mengenai beberapa saudara laki-lakinya yang bergabung dengan militer selama beberapa hari terakhir.
Sama seperti yang lain, dia berencana naik bus ke perbatasan, masuk ke Ukraina dan bergabung dengan unit militer pertama yang dijumpainya.
Handphone Oleksandr terus berdering dengan panggilan dari teman-teman dan rekam kerjanya yang juga sedang merencanakan perjalanan pulang.
Dia tidak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh teman-temannya yang masih berada di luar Ukraina.
Baca Juga: Ukraina dan Rusia Gelar Dialog Perdamaian Pertama di Belarus
Warga Ukraina tahu mahalnya nilai kemerdekaan, katanya, dan "sekarang kami harus siap membayarnya".
Oleksandr sudah pernah bertempur dan mendapatkan pelatihan militer namun di terminal bus di Polandia tersebut, banyak warga Ukraina yang melakukan perjalanan dengannya tidak punya pengalaman militer sama sekali.
"Sebenarnya saya adalah pelaut dan masih dalam kontrak, dan saya datang dari Amerika Serikat," kata Oleh Novikov.
"Rumah saya di Marioupol dikelilingi oleh Rusia. Istri, anak saya ada di dalamnya. jadi saya tidak bisa di luar, saya harus pulang.
"Saya akan bergabung dengan unit militer terdekat. Saya ingin berjuang. Saya tidak punya pengalaman. Saya warga sipil."
Diperkirakan ada sedikitnya dua juta warga Ukraina yang bekerja di luar negeri dan sekitar 70 persen di antara mereka adalah pria.
Berita Terkait
-
Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen
-
Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah
-
Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram
-
Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih
-
Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump
-
Harga BBM di Vietnam Turun, Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Impor Hingga Juni 2026
-
KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis, Soroti Dampak Industri ke Anak
-
PBB Soroti Eksekusi Mati Kasus Narkoba di Singapura, Dinilai Tak Sejalan dengan HAM
-
Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir
-
Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata
-
China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
-
Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur
-
Guru dari Aceh hingga Papua Pasang Badan untuk Nadiem, Bongkar Fakta Chromebook