Suara.com - Demi meningkatkan pelayanan kepada seluruh pelanggan AdMedika khususnya di wilayah timur Indonesia, pekan lalu AdMedika melakukan penandatanganan kerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penandatanganan yang digelar secara offline di RSUD Dr. Soetomo Surabaya ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Executive General Manager Operasional AdMedika, Dr. M. Rizal A. Hakim dengan Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Dr. Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS(K).
Sebagai anak usaha TelkomGroup yang bergerak di industri kesehatan dengan mengusung tagline “Total Health Solution”, AdMedika terus berusaha meluaskan jaringan provider demi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia yang bisa menikmati layanan AdMedika. Saat ini AdMedika telah bekerja sama dengan lebih dari 6000 provider yang tersebar di seluruh Indonesia.
Executive General Manager Operasional AdMedika, Dr. M. Rizal A. Hakim dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah bagian komitmen dalam upaya meningkatkan dan memperluas layanan AdMedika. Diharapkan melalui kerja sama yang terjalin ini, dapat memberikan manfaat kepada AdMedika dan RSUD Dr. Soetomo, dan tentunya bagi masyarakat Indonesia, khususnya pelanggan AdMedika.
“Bersama TelkomGroup, AdMedika berkomitmen membantu RSUD Dr. Soetomo meningkatkan layanan dengan memberikan opsi penjaminan layanan kesehatan bagi customer RSUD Dr. Soetomo (penjaminan asuransi kesehatan telah dapat diterima di RS Dr. Soetomo) maupun support perbaikan infrastruktur dan teknologi layanan kesehatan yang diperlukan oleh RSUD Dr. Soetomo,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis (3/3/2022).
"Sebagai mitra strategis, dalam kerja sama ini manajemen RSUD Dr. Soetomo mengharapkan dukungan AdMedika untuk kemudahan akses kesehatan terhadap customer premium AdMedika dalam menggunakan layanan baru RSUD Dr. Soetomo yaitu Instalasi Graha Amerta," tambah Dr Joni.
Berita Terkait
-
Dinkes Kota Surabaya: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Mencapai 93 Persen
-
Mencuat Dugaan Pungutan untuk Jadi Pegawai di RSUD dr Moh Saleh, Wali Kota Probolinggo Minta Ditindak Tegas
-
Kasus Aktif Covid-19 di Kota Surabaya Turun 1.348 Kasus
-
IBL 2022 Berlanjut, 5 Pertandingan Dimainkan Hari Ini
-
KPK Telisik Aliran Uang Suap Perkara yang Ditangani Hakim Nonaktif PN Surabaya Itong
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Prabowo: Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal karena Jalan Rusak dan Akses Terbatas
-
Istana Monitor Dugaan Suap Pengurus BEM UBK Usai Demo dan Bertemu Wapres
-
Hak Hidup Dirampas! Kemenham: Penyekapan Perempuan 3 Tahun di Bandung Pelanggaran HAM Serius
-
Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK
-
Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!
-
Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK
-
Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan
-
Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran
-
Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem
-
Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan