Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat laju penularan atau positivity rate sudah turun semakin membaik ke angka 5,20 persen, namun masih di atas standar aman organisasi kesehatan dunia atau WHO.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan angka tersebut sudah turun drastis dari puncak gelombang ketiga akibat varian Omicron yang mencapai 17,71 persen.
"Saat ini positivity rate mingguan di tingkat nasional adalah sebesar 5,20 persen, turun dibandingkan minggu sebelumnya yaitu 8,81 persen, bahkan angka ini sudah turun dari puncak Omicron lalu yang sempat mencapai 17,71 persen," kata Wiku dalam jumpa pers, Selasa (29/3/2022).
Namun, jumlah orang yang diperiksa dengan metode tes antigen maupun PCR Covid-19 juga menurun, pada pekan ini ini total jumlah orang diperiksa ada sebesar 700 ribu dengan rincian tes PCR 185 ribu dan antigen 517 ribu.
"Angka ini terbilang rendah mengingat pada puncak omicron lalu jumlah orang yang diperiksa mencapai lebih dari 2 juta," jelasnya.
Wiku meminta masyarakat untuk sadar ditesting jika memiliki gejala Covid-19 atau pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19 agar bisa segera mendapatkan perawatan atau isolasi mandiri.
"Testing dilakukan bukan hanya karena syarat perjalanan, melainkan fungsi utama testing adalah satu-satunya cara untuk membedakan orang positif di antara orang sehat," tutup Wiku.
Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 6.001.751 orang Indonesia, masih terdapat 122.014 kasus aktif, 5.724.963 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 154.774 jiwa meninggal dunia.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 6 Juta, Ratusan Ribu Orang Masih Dirawat
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sutiyoso Dorong Penertiban Tiang Monorel Senayan, DPRD Buka Opsi Alih Fungsi
-
Uji UU TNI di MK, Tim Advokasi Soroti Impunitas dan Ancaman Militerisme
-
Buku The Broken String Angkat Isu Child Grooming, Kemen PPPA: Ancaman Nyata bagi Anak
-
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Bidang Sosial dan Humaniora di Istana, Apa Tujuannya?
-
Hari Ini Hujan Sedang Diperkirakan Mengepung Jakarta
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia