Suara.com - Profil Arief Rosyid belakangan tengah ramai diperbincangkan publlik, ia diketahui telah memalsukan tanda tangan Jusuf Kalla dan Sekjen Imam Addaruqutni. Siapa Arief Rosyid sebenarnya?
Diketahui Arief Rosyid dipecat sebagai Ketua Departemen Ekonomi DMI oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) akibat kasus tersebut. Simak profil Arief Rodyid berikut ini, untuk tahu lebih banyak tentang sosoknya.
DMI memutuskan memecat Arief Rosyid usai Rapat pleno yang digelar dari jam 09.30-11.15 WIB pada Jumat (1/4/2022). Rapat tersebut dipimpin oleh dipimpin Ketua Umum Jusuf Kalla, Wakil Ketua Umum Syafruddin, KH Masdar F Masudi serta Sekjen Imam Addaruqutni.
Selain aktif dalan DMI, Arief juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI). Ia diangkat untuk menduduki posisi tersebut usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2020 dan resmi menjabat pada 1 Februari 2021.
Lantas seperti apa profil Arief Rosyid? Simak ulasannya berikut ini.
Profil Arief Rosyid
Arief Rosyid lahir pada 4 September 1986 di Ujung Padang, Simalungun, Sumatra Utara. Pria muda ini merupakan lulusan Dokter Gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin di tahun 2010. Kemudian ia berhasil meraih gelar Magister Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia pada tahun 2014.
Jejak Karier Arief Rosyid
Jauh sebelum menjabat sebagai kepala Independen, ia aktif di sejumlah organisasi. Berikut ini beberapa organisasi yang pernah ia ikuti:
Dia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (2013-2015). Kemudian menjadi Ketua Pemuda di Dewan Masjid Indonesia (2017-sekarang) dan dipercaya sebagai Wasekjen BPP HIPMI (2019-sekarang). Arief juga aktif dalam sejumlah kolaborasi dengan beberapa kelompok anak muda di Masjid hingga di Lembaga Pemasyarakatan.
Arief juga pernah menjadi anggota di Kemenpora Pokja Pelayanan Kepemudaan, Ketua Yayasan Menteng Muslim Center, Ketua Perkumpulan Aktivis Milenial, Sekutu Pendiri MAR Consultant, dan Pembina Yayasan Islamic Youth Economic Forum (ISYEF). Ia juga pernah tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) dan menjabat sebagai Wakil Direktur Milenial TKN Jokowi-Ma'ruf Amin.
Pemuda yang aktif ini pernah terlibat dalam diskusi bersama Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI), dan Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (DPBS OJK). Terhitung sejak 2019, fia terlibat dalam Pokja Pelayanan Kepemudaan di Kemenpora.
Berkat sederet prestasi dan keaktifannya itu membuat ia banyak dikenal oleh banyak orang. Kemudian Arief Rosyid, diketahui telah memalsukan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kickoff Festival Ramadan yang ditujukan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Surat undangan bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022, berisi permohonan kehadiran wapres Ma'ruf Amin untuk menghadiri Festival Ramadan yang diadakan serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan yang diadakan berupa buka puasa bersama, kuliner halal, pameran UMKM, dan beberapa kegiatan selama Ramadhan lainnya.
Demikian tadi ulasan mengenai profil Arief Rosyid.
Tag
Berita Terkait
-
Palsukan Tanda Tangan Jusuf Kalla di Surat untuk Wapres Maruf Amin, Ketua Departemen Ekonomi DMI Arief Rosyid Dipecat
-
Palsukan Tanda Tangan Jusuf Kalla dan Dikirim ke Wapres Maruf, DMI Pecat Komisaris BSI Arief Rosyid
-
Palsukan Tanda Tangan Surat Jusuf Kalla, Arief Rosyid Dipecat dari Dewan Masjid Indonesia
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026
-
Pemerintah Siapkan Skema Kompensasi Rumah untuk Percepat Pengurangan Pengungsi Pascabencana Sumatra
-
DPR dan Pemerintah Pacu Pemulihan Bencana Sumatra, Target Normal Sebelum Ramadhan 2026
-
Agar Siswa Suka Makan Sayur, BGN Akan Libatkan Guru dan Mahasiswa Dalam Pendidikan Gizi di Sekolah
-
Pancaroba Picu Kewaspadaan Superflu di Kabupaten Tangerang, Dinkes Minta Warga Tidak Panik
-
Amran Desak Pengusutan Tuntas Penyelundupan Bawang Bombay di Semarang
-
Bawa 26 Kilogram Ganja, Pengemudi Mobil Diamankan Polres Labuhanbatu Selatan
-
Pimpin Dewan HAM PBB, Indonesia Dorong Dialog Lintas Kawasan dan Konsistensi Kebijakan
-
Korban Terakhir Speed Boat Tenggelam di Karimun Ditemukan
-
Megawati Tantang Militansi Kader: Buktikan Kalian Orang PDIP, Bantu Saudara Kita di Sumatra