Suara.com - Komite Palang Merah Internasional akan melakukan upaya baru untuk mencapai Mariupol pada hari Sabtu (02/04) setelah bus evakuasi dan truk bantuan harus kembali pada hari Jumat.
Sebuah tim Palang Merah akan melakukan upaya baru pada hari Sabtu (02/04) untuk membantu mengevakuasi ribuan warga sipil dari kota pelabuhan Mariupol setelah upaya sebelumnya gagal karena "kondisi yang tidak memungkinkan."
Organisasi bantuan internasional itu mengimbau semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan agar misi evakuasi dapat dilanjutkan.
"Agar operasi berhasil, sangat penting bagi para pihak untuk menghormati perjanjian dan memberikan kondisi dan jaminan keamanan yang diperlukan," desak Palang Merah.
Rencana awal pada hari Jumat (01/04) adalah Palang Merah mengawal puluhan mobil dan bus yang membawa ribuan warga sipil keluar dari Mariupol dan membawa mereka dengan aman ke kota Ukraina lainnya.
Pejabat Rusia dan Ukraina sebelumnya telah menyetujui koridor kemanusiaan, tetapi tidak jelas apakah pesan tersebut telah diterima oleh pasukan di lapangan.
Kelompok bantuan itu kemudian berhasil mengawal beberapa pengungsi Mariupol yang telah melarikan diri dari kota yang terkepung, kata Wakil Direktur Jenderal Palang Merah Ukraina Olena Stokoz kepada DW. yp/ (AP, AFP, Reuters, dpa)
Berita Terkait
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Jadwal Pekan 27 BRI Super League, Persib dan Persija Ketemu Lawan Berat, Borneo FC Menang Mudah?
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek
-
Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!
-
Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel
-
Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
-
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang
-
Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!
-
Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik
-
Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon