Morawiecki mendesak Kanselir Olaf Scholz untuk bergabung dengan negara-negara UE lainnya yang menyerukan embargo energi Rusia. "Ini bukan suara perusahaan Jerman, miliarder Jerman, melainkan suara perempuan dan anak-anak tak berdosa ini, suara dari mereka yang terbunuh, itu harus didengar oleh semua orang Jerman dan oleh semua politisi Jerman," ujarnya.
Senada dengan Zelenskyy, Morawiecki pun turut menyinggung Merkel atas krisis yang terjadi. "Justru kebijakan Jerman selama 10, 15 tahun terakhir yang telah menyebabkan kekuatan Rusia hari ini, yang mana dilandasi pada monopolinya atas penjualan bahan mentah."
Dubes Ukraina serang presiden Jerman Tak hanya Merkel dan Scholz yang mendapat hujan kritik, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier juga tak luput dari kecaman.
Dalam surat kabar Jerman Tageszeitung edisi hari Minggu (03/04) di Berlin, Duta Besar Ukraina untuk Jerman Andriy Melnyk menyebut Steinmeier terlalu dekat dengan Kremlin.
Melnyk mengklaim Jerman masih memiliki terlalu banyak kepentingan pribadi di Rusia dan menyalahkan Steinmeier atas perannya sebagai mantan menteri luar negeri Jerman, dengan mengatakan bahwa hubungan Steinmeier dengan Rusia "adalah dan tetap menjadi sesuatu yang mendasar, bahkan sakral."
"Kami menolak kritik terhadap presiden," kata juru bicara pemerintah Wolfgang Büchner, Senin (04/04). rap/pkp (AFP, dpa)
Berita Terkait
-
Wujudkan Hunian dan Kendaraan Impian di BRI Consumer Expo 2026
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Dapat Restu dari OJK, Muhammad Awaluddin Sah Jabat Dirut Jasa Raharja
-
Suku Bunga dan Daya Beli Jadi Penentu, Bagaimana Peluang Investasi Properti 2026?
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April