Suara.com - Pada saat bulan Ramadhan terdapat satu peristiwa yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Peristiwa itu dikenal dengan Nuzulul Quran. Lantas bagaimana sejarah Nuzulul Quran? Simak penjelasannya berikut ini.
Perlu kalian ketahui, saat membahas sejarah Nuzulul Quran akan ada perbedaan pendapat terkait tanggal terjadinya peristiwa tersebut. Nuzulul Quran adalah peristiwa diturunkannya Al-Quran secara utuh dari Lauhul Mahfud di langit ketujuh ke Baitul Izzah atau langit dunia. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 185 yang artinya:
“Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Qs. Al Baqarah: 185)
Sejarah Nuzulul Quran
Membahas soal Nuzulul Quran atau peristiwa turunnya Al-Quran tidak akan lepas dari Lailatul Qadr dan bulan suci Ramadhan. Diantara ketiganya memiliki hubungan yang saling berkaitan satu sama lain.
Terdapat hubungan mengenai persoalan bahwasanya Al-Quran untuk pertama kali diturunkan dari Lauhil Mahfudz sampai ke Batil Izzah (Langit Dunia) yaitu pada Malam Qadr di bulan suci Ramadhan
Para ulama mayoritas telah sepakat semuanya. Dimana dari Baitil Izzah ini, malaikat Jibril as kemudian mengantarkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad Saw secara bertahap selama kurun waktu sekitar 23 tahunan. Akan tetapi ketika ditelusuri lebih lanjut, belum dapat diketahui secara pasti kapan peristiwa Nuzul Quran itu terjadi. Maka dari sinilah mulai terjadi perbedaan pendapat dikalangan para ulama.
Kontek perbedaan pendapat tersebut sebenarnya bermula pada batasan waktu kapan terjadinya malam Lailatul Qadar. Sebagian berpendapat Lailatul Qadar terjadi di hari-hari ganjil akhir (asyrul awakhir) dalam bulan suci Ramadhan sebagaimana merujuk ayat dalam sebuah hadits.
Ada pula yang mengatakan terjadi pada tanggal 27 Ramadhan. Dan ada yang berpendapat bahwa khusus Lailatul Qadar saat peristiwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 17 Ramadhan.
Baca Juga: 3 Waktu Terbaik untuk Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan
Pendapat tersebut berkaitan dengan Surat Al-Qadr ayat 1 dengan isyarat yang kemudian dijelaskan oleh Allah Swt pada Surat Al-Anfal ayat 41 yang artinya:
"Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan (Al-Quran) kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan”.
Hari Furqan yang dimaksud dalam ayat di atas adalah hari bertemunya dua pasukan yang dikenal dengan pertempuran perang Badar. Menurut sejarah, peristiwa perang tersebut terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 2 H. Atau dalam kalender jatuh pada hari Selasa 13 Maret 624 M.
Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa peristiwa perang Badar itu terjadi pada hari Jum'at. Akan tetapi pendapat itu dikategorikan pendapat yang lemah.
Pendapat terjadinya Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan ini merupakan pendapat yang paling banyak merunut para ulama Indonesia. Oleh karena itu pada tiap 17 Ramadhan umat muslim di Indonesia banyak memperingati hari bersejarah tersebut.
Sementara itu di negara Arab, pada saat Nuzulul Quran dilakukan tradisi syiar atau menyemarakkan bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan yang dilakukan umat Islam di Arab dalam memperingati Lailatul Qadr biasanya dirayakan secara serempak atau berkumpul untuk bersholawat dan dzikir pada malam ke-27 Ramadhan.
Berita Terkait
-
3 Waktu Terbaik untuk Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan
-
4 Amalan Nuzulul Quran yang Dilakukan Pertengahan Bulan Ramadhan, Tidak Hanya Puasa dan Shalat Tarawih
-
5 Peristiwa di Bulan Ramadhan yang Penting Diketahui Umat Islam: Perang Badar, Nuzulul Quran hingga Lailatul Qadar
-
Kapan Nuzulul Quran 2022? Ini Jadwal Momen Istimewa di Bulan Ramadhan dan Teorinya
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden