Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menanggapi soal desas-desus yang menyebut duet dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
AHY mengganggap hal tersebut merupakan keinginan masyarakat yang masih sangat dinamis. Menurutnya, ke depannya akan ada ikhtiar dari masing-masing partai politik dan tokoh.
"Sekarang masih tahun 2022, ke depan rasanya akan dinamis lagi. Karena berbicara politik 2024 pada akhirnya juga akan ada ikhtiar dari masing-masing partai politik dan masing-masing tokoh," kata AHY, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Sabtu (9/4/2022).
Pasalnya, AHY dijodoh-jodohkan dengan Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
Duet Anies Baswedan dan AHY dinilai bisa mengalahkan kandidat lain pada Pilpres 2024. Sementara itu, AHY menjelaskan dirinya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Ada beberapa tokoh yang membahas terkait dengan Indonesia.
"Ya, kalau ada harapan masyarakat maupun keinginan masyarakat nantinya," bebernya.
AHY mengungkapkan hal terpenting ialah adanya kebersamaan. Menurutnya, hal tersebut yang harus terus digaungkan.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil simulasi pilihan pada tiga pasangan yang dilakukan SMRC, Anies-AHY mendapatkan 29,8 persen suara.
Sementara itu, duet Ganjar-Airlangga 28,5 persen. Kemudian, Prabowo-Puan mencapai 27,5 persen dan 14,3 persen belum menentukan pilihan.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Cianjur Hari Ini Sabtu 9 April 2022
Berita Terkait
-
Digadang-gadang Jadi Calon Kuat Presiden di 2024, Prabowo Subianto Fokus Kerja dan Ogah Ikutan Gimmick Politik
-
Berpeluang Maju Jadi Capres 2024, Respon AHY: Ini Masih Tahun 2022, Rasanya akan Dinamis
-
Jadwal Imsakiyah Cianjur Hari Ini Sabtu 9 April 2022
-
Sandiaga Uno Dapat Dukungan untuk Maju di Pilpres 2024 dari Kaum Muda Garut
-
Manfaatkan Liga Basket Gubernur, Pemprov DKI Dorong Pelajar Gunakan Transaksi Digital
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?