Suara.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan membuka lowongan pekerjaan dalam jumlah ribuan bagi masyarakat. Program bernama Rekrutmen Bersama BUMN 2022 ini membuka 2.700 lowongan kerja, yang sudah dimulai sejak Selasa (12/4/2022) kemarin.
Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku terharu campur khawatir dengan antusiasme tinggi masyarakat terhadap program Rekrutmen Bersama BUMN 2022. Ia meyakini jumlah pendaftar program akan jauh melebihi lowongan yang tersedia.
"Jumlah rekrutannya 2.700, tapi yang mendaftar puluhan kali lebih banyak," ujar Erick saat launching Rekrutmen Bersama BUMN 2022, dilansir dari YouTube Kementerian BUMN, Selasa (12/4/2022).
"Ini harus sadari, sejalan dengan demografi Indonesia. Sekarang makin hari makin muda, 54 persen sekarang penduduk Milenial dan Gen Z,” lanjutnya.
Pekerjaan di BUMN tentu menjanjikan gaji yang lumayan besar. Namun, besaran gajinya tentu menyesuikan jabatan dan keahlian yang dimiliki.
Berikut daftar standar gaji perusahaan BUMN berdasarkan sektor usahanya merujuk survei Kelly Services.
1. Jasa Pendidikan
Di bidang layanan pendidikan, gaji terendah seorang resepsionis berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan. Gaji tertinggi dari Business Development and Communication Advisor, sekitar Rp135 juta hingga Rp150 juta per bulan.
2. Kesehatan
Baca Juga: Cara Membuat SKCK Online yang Jadi Syarat Rekrutmen Bersama BUMN 2022
BUMN diperkirakan menetapkan gaji terendah Rp4 juta-Rp7 juta bagi pegawai rumah sakit dan perawatan kesehatan, seperti perawat. Adapun gaji tertingginya bisa sampai Rp110 juta hingga Rp180 juta yakni pada direktur marketing sales.
Di luar gaji pokok, karyawan mendapatkan berbagai tunjangan, seperti tunjangan insentif kinerja, tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan perumahan, tunjangan kematian, tunjangan daerah dan lain-lain.
3. Barang Konsumsi
Gaji terendah yang diraih Marketing Executive berkisar Rp5 juta sampai Rp10 juta per bulan. Gaji tertinggi didapatkan Marketing Director yakni Rp200 juta hingga Rp400 juta per bulan.
4. Informasi Teknologi (IT)
Di bidang IT, gaji terendah diterima Data Analyst yakni berkisar Rp4 juta hingga Rp4,5 juta per bulan. Adapun gaji tertinggi didapatkan Business Development Director yakni sekitar Rp130 juta hingga Rp150 juta per bulan.
Tag
Berita Terkait
-
Cara Membuat SKCK Online yang Jadi Syarat Rekrutmen Bersama BUMN 2022
-
Membandingkan Gaji Karyawan BUMN dengan PNS, Besar Mana Ya?
-
Nelayan di Cirebon Ngeluh Solar Langka, Ridwan Kamil: Presiden Perintahkan Kementerian BUMN Dirikan SPBN
-
Berminat Kerja di BUMN? Berikut Cara Daftar Loker Bersama Beserta Syaratnya
-
Syarat Rekrutmen Bersama BUMN 2022 untuk D3-S1, Cek Tahap Pendaftarannya di rekrutmenbersama.fhcibumn.id
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Ratusan Taruna Akpol Diterjunkan ke Aceh Tamiang: Bersihkan Jalan hingga Pulihkan Sekolah
-
Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Permanen Tertahan: Terkendala Status Lahan!
-
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini, Wilayah Utara Waspada Angin Kencang
-
Dua Kakak Presiden Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat
-
Panduan Lengkap Manajemen Dapodik: Link Baru dan Solusi Kendala Login Server
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian