Suara.com - Kepala badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Martin Griffiths pada Selasa (26/4) mengungkapkan bahwa hampir dua juta anak terancam kelaparan hingga kehilangan nyawa saat Tanduk Afrika menghadapi salah satu kemarau terparah dalam puluhan tahun.
Sebagian wilayah Kenya, Ethiopia, dan Somalia mengalami kondisi paling kering dalam lebih dari 40 tahun dan sejumlah lembaga bantuan sedang berupaya agar kelaparan satu dekade lalu, yang menewaskan ratusan ribu orang, tidak terulang lagi.
Dalam konferensi para donor yang digelar tertutup di Jenewa, Griffiths mengatakan organisasi yang dipimpinnya hanya memiliki sedikit dana yang bisa dikeluarkan untuk mengatasi kemarau.
Akan tetapi, pada acara serupa para donor menjanjikan hampir seluruh anggaran senilai 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp20,2 triliun), katanya lewat Twitter.
"Jangan hilangkan rasa urgensi untuk berbuat," katanya.
Sebelumnya, ia mengakui bahwa konflik Ukraina berpotensi mengalihkan perhatian dan keuangan dunia.
Uni Eropa, yang juga menjadi tuan rumah dalam acara tersebut, mengumumkan bantuan 633 juta euro (sekitar Rp9,7 triliun) untuk meningkatkan ketahanan pangan di kawasan tersebut dan Kanada mengumumkan pendanaan sebesar 73 juta dolar AS (sekitar Rp1 triliun), menurut pernyataan yang dikirim ke Reuters.
Musim hujan keempat yang tak kunjung datang di kawasan tersebut kini memunculkan peningkatan kemungkinan yang dikatakan Griffiths akan menjadi "salah satu keadaan darurat iklim terparah dalam sejarah mereka."
Sudah lebih dari 15 juta orang di kawasan itu mengalami tingkat kelaparan yang parah dan para peternak kehilangan sekitar tiga juta hewan akibat kekeringan, katanya dalam acara yang sama.
Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB mengatakan gelombang panas, kemarau, dan curah hujan yang ekstrem akan menjadi lebih sering terjadi dalam beberapa dekade mendatang sebab temperatur terus meningkat.
Sumber: Reuters/Antara
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack
-
Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha