- Polda Metro Jaya meringkus delapan penjambret turis di Bundaran HI setelah melakukan pengejaran di Jakarta dan Bekasi.
- Komplotan tersebut merupakan pelaku kriminal kawakan yang tercatat telah melancarkan aksi penjambretan sebanyak 120 kali di Jakarta.
- Tindakan tegas dilakukan polisi karena pelaku melawan saat ditangkap, sementara satu anggota lainnya masih dalam pengejaran intensif.
Suara.com - Pelarian komplotan penjambret yang sempat viral usai menyasar turis asal Italia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) akhirnya kandas.
Tim dari Polda Metro Jaya berhasil meringkus para pelaku dalam sebuah operasi pengejaran di tiga wilayah berbeda.
Tidak tanggung-tanggung, dari hasil pemeriksaan sementara, komplotan ini ternyata adalah pemain kawakan yang sudah menebar teror di jalanan Jakarta sebanyak 120 kali.
"Berdasarkan interview sementara dari tiga tersangka sudah melakukan 120 kejadian atau 120 TKP (tempat kejadian perkara),” ungkap Direktur Resesrse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/5/2026) malam.
Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini dikenal sadis dan tak pandang bulu. Siapa pun yang lengah, baik warga lokal maupun warga negara asing (WNA), akan menjadi mangsa empuk mereka.
Dari hasil penyelidikan juga terungkap kalau turis Italia tersebut bukan satu-satunya korban mancanegara yang pernah mereka rampas ponselnya.
"Dari 120 kasus, empat di antaranya korbannya adalah warga negara asing. Ada yang dari Malaysia, kemudian Jerman, kemudian Tiongkok, sama Italia," beber Iman.
Delapan orang berhasil diamankan dalam operasi ini, di mana tiga di antaranya merupakan eksekutor utama dalam peristiwa penjambretan di Bundaran HI yang sempat menggegerkan media sosial.
Mereka dibekuk di lokasi persembunyian yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Utara, hingga Bekasi.
Baca Juga: Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi
Hadiah "Timah Panas"
Penangkapan oleh anggota sempat diwarnai aksi menegangkan. Para pelaku berupaya melarikan diri dan melawan petugas saat hendak diciduk. Tak ingin kehilangan buruannya, polisi pun melepaskan tembakan untuk melumpuhkan mereka.
"Dikarenakan di antara para pelaku itu ada yang mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri, maka kami melakukan tindakan tegas dan terukur," ujar Iman.
Iman menekankan bahwa meskipun petugas mengambil langkah ekstrim dengan melepaskan tembakan, pihaknya tetap mengedepankan prosedur dan hak asasi para tersangka.
"Kami tetap berpegang teguh pada hak asasi manusia kepada mereka," katanya.
Meski delapan orang sudah diringkus, pekerjaan polisi belum usai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi