Suara.com - Usaha rental alias penyewaan atau rental mobil sepertinya benar-benar menuai berkah di momen libur mudik Lebaran 2022. Kebijakan pemerintah yang melonggarkan warga untuk pulang kampung selama libur hari raya Idul Fitri menjadi berkah tersendiri bagi pemilik usaha tersebut.
Kami berbincang dengan Zein, seorang pengusaha rental mobil di kawasan Condet, Jakarta Timur. Pria berusia 30 tahun itu mengemukakan, dari lima unit mobil yang dimiliki, semuanya sudah habis disewa untuk keperluan mudik Lebaran tahun ini.
Zein mengakui, permintaan soal sewa mobil meningkat drastis usai pemerintah mengizinkan masyarakat melakukan kegiatan mudik.
Bahkan, saking banyaknya permintaan sewa mobil, Zein sampai-sampai mengoper pesanan kepada rekannya yang membuka usaha rental mobil.
"Kalau untuk permintaan penyewaan mobil tentunya meningkat ya. Kalau kami stok tidak banyak, hanya pas permintaan meningkat, kami kadang sampai lempar ke orang karena stok kami habis disewa. Kami stok ada lima," kata Zein kepada Suara.com, Rabu (4/5/2022).
"Apalagi, ketika pemerintah menginzinkan masyarakat mudik, yang mau sewa mobil makin banyak," sambungnya.
Rata-rata penyewa mobil, kata Zein, sejak dua minggu atau seminggu sebelum mudik, telah melakukan pemesanan. Ada pula yang baru menyewa mobil pada hari H Lebaran, tepatnya selepas Salat Idul Fitri.
"Kalau yang dadakan ada yang tiga hari atau empat hari sebelum hari H. Atau ada yg punya jadwal setelah Hari H, pokoknya selepas Salat Ied mereka baru sewa karena rata-rata menghindari macet," ucap dia.
Dia membeberkan, tarif mobil yang disewakannya. Untuk mobil jenis Toyota Avanza, Zein biasa mematok harga sewa sebesar Rp200 ribu per-hari. Namun di momen Lebaran kali ini, akibat permintaan sewa tinggi, Zein mematok harga Rp400 ribu per-hari, sedangkan untuk Toyota Innova Rp600 ribu.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2022, Jakarta Diprediksi Bakal Kedatangan 50 Ribu Warga Baru
"Kalau Toyota Avanza, per hari, biasanya Rp200 ribu. Kalau lebaran harga mulai tinggi, kami kasih harga tinggi, Avanza Rp400 ribu, kalau Innova Rp600 ribu," ucap Zein.
Permintaan sewa mobil pada tahun ini jelas berbeda dengan momen Lebaran tahun lalu. Zein mengemukakan, semua stok mobil yang dimiliki sama sekali tidak ada yang menyewa karena situasi Covid-19 masih tinggi.
"Tahun lalu parah, beda banget. Untuk di sektor bisnis sangat terasa. Tahun kemarin stok mobil kami tidak ada yang keluar sama sekali. Kalau sekarang kami kaget, malah sampai ada orang yang mau kasih lebihan fee setelahnya," ucapnya.
Sebagai pengusaha sewa mobil, Zein berharap agar ke depan kebijakan mudik tidak lagi dibebankan syarat yang rumit. Menurut dia, perjalanan via darat merupakan alternatif bagi masyarakat yang tidak mampu menjangkau biaya mudik via udara maupun yang kehabisan tiket kereta.
"Ke depan kalau bisa aetiap agenda terkait mudik jangan banyak persyaratan ya. Kan jalur darat alternatif bagi mereka yang menghindari tiket tinggi naik pesawat atau yang kehabisan tiket kereta," tutupnya.
Sebelumnya, pemerintah mengizinkan masyarakat untuk melakukan tradisi mudik lebaran karena kondisi pandemi Covid-19 telah membaik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah