Suara.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta masih melakukan penelusuran atas temuan penyakit hepatitis akut misterius yang membuat tiga anak meninggal dunia. Selama penelusuran dilakukan, masyarakat diminta melakukan tindakan pencegahan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan salah satu cara mencegahnya adalah dengan memperhatikan kebersihan makanan. Tindakan ini disebutnya bisa mencegah penularan bakteri dari makanan yang dikonsumsi.
"Kalau makan atau jajan tentu pilih makanan yang ditutup, tertutup dimasak sempurna, terus cuci tangan sebelum makan," ujar Dwi saat dihubungi, Kamis (5/5/2022).
Selain itu, Dwi juga juga meminta masyarakat tidak menggunakan alat makan yang sama dengan orang lain. Nilai gizi makanan juga harus dipastikan cukup dan sehat.
"Tidak menggunakan alat makan bersama. Kan ini hepatitisnya masih kemungkinan diduga, penularan jalurnya oral berarti dari jalur rute saluran cerna seperti pola penularannya kayak diare, tipes," jelasnya.
Dengan cara itu, masyarakat akan bisa mencegah terjadinya penularan penyakit hepatitis. Ia sendiri mengaku butuh waktu untuk melakukan pemeriksaan karena kasus kali ini tergolong baru.
"Jadi tentu mencegah penularan dengan memilih makanan yang sehat, yang aman, yang kemudian tidak tercemar bakteri gara-gara misalnya sudah dihinggapi lalat kayak gitu-gitu tuh menjadi penting," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Hepatitis Akut Berkaitan dengan Vaksin Covid-19? Dokter Tegaskan Hal Itu Tidak Benar!
-
Waspada Hepatitis Akut Pada Anak, Dinkes Kalbar Minta Warga Kenali Cirinya
-
Dokter Tegaskan Hepatitis Akut Berat Tak Berhubungan dengan Vaksin Covid-19
-
Hepatitis Akut Misterius Muncul Di Jakarta, PSI Minta Pemprov DKI Gerak Cepat Antisipasi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir