Baru-baru ini, ramai diperbincangkan mengenai kasus parkir yang mengangkat nama Yogyakarta hingga bertengger di jajaran trending topik Twitter. Kasus tersebut terletak di jalan Affandi, tepatnya di salah satu tempat makan fenomenal yang ada di Yogyakarta, Mie Gacoan.
Diketahui, permasalahan parkir di Yogyakarta tidak hanya terjadi sekali saja, sebelum-sebelumnya juga terdapat beberapa kasus parkir yang menjadikan kota tersebut ramai diperbincangkan oleh para warganet. Apa saja? Berikut Suara.com rangkum deretan kasus parkir yang ada di kota Yogyakarta.
1. Kasus Parkir Nuthuk
Sempat ramai diperbincangkan di media sosial, tarif parkir nuthuk di Jalan Margo Utomo, dekat Malioboro, Yogyakarta. Pada saat itu, tarif parkir bus yang mencapai harga Rp 350 ribu menjadi permasalahan. Kejadian tersebut sempat membuat berang Pemerintah Kota Yogyakarta berencana membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
Meskipun lokasi parkir di Jalan Margo Utomo sudah tidak beroperasi, tetapi Ketua Kelompok Forum Komunikasi Petugas Parkir Kota Yogyakarta (FKPPY) berharap pemerintah menindak parkir-parkir yang cukup meresahkan tersebut. Menurutnya parkir liar yang mematok tarif sembarangan bisa berdampak pada para petugas parkir resmi yang selama ini mematuhi aturan.
Kasus ini diketahui sempat dikecam oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, ia mengecam adanya tindakan nuthuk parkir bus sampai Rp 350 ribu. Menteri tersebut juga menyatakan bahwa pemerintah tengah berupaya memperbaiki perekonomian dan lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Maka dari itu, pihaknya berharap hal tersebut tidak dirusak oleh oknum yang dengan sengaja ingin mendapat keuntungan pribadi dan memanfaatkan situasi.
2. Bayar Parkir Hingga Rp 20 Ribu di Jalan KH Ahmad Dahlan
Kasus parkir lain yang sempat ramai diperbincangkan di sosial media adalah kasus parkir di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Yogyakarta. Hal tersebut terjadi setelah adanya warga yang membayar uang parkir sebesar Rp 20.000. Kasus inipun kabarnya dilimpahkan ke kantor polisi.
Dalam kasus tersebut, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta pun kabarnya telah menangkap oknum juru parkir tersebut meskipun membutuhkan waktu beberapa lama karena pelaku sempat susah ditemukan oleh para petugas.
Baca Juga: Viral Mobil Parkir Sembarangan di Sepanjang Jalan Malioboro, Delapan Mobil Ditilang Polisi
Melalui media sosial Facebook dengan akun bernama Rena Desca Physio, terdapat sebuah unggahan yang menjelaskan bahwa ia tengah berwisata bersama keluarganya, pada 30 Mei 2021 dan parkir di sekitar Museum Sonobudoyo atau tepatnya di Jalan KH Ahmad Dahlan.
Ketika hendak mengambil mobilnya yang diparkir di lokasi tersebut, ia diminta untuk membayar biaya parkir sebesar Rp 20.000.
3. Parkir Mie Gacoan Jalan Affandi
Terbaru, kasus parkiran Yogyakarta kembali dihebohkan setelah adanya kasus Mie Gacoan yang ada di jalan Affandi atau Gacoan Gejayan. Kasus tersebut tengah viral di media sosial setelah beberapa masyarakat menyebutkan adanya pungutan parkir untuk pembeli yang datang tanpa menggunakan kendaraan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman pun langsung sigap mendatangi lokasi tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Kepala UPTD Pengelolaan Perparkiran Dishub Sleman, ia menjelaskan bahwa manajemen dan pengelola parkir Mie Gacoan Jalan Affandi, tidak terbukti adanya pungutan parkir untuk pembeli yang tidak membawa kendaraan pribadi.
Setelah diusut dan dilakukan pertemuan dengan pihak Mie Gacoan Jalan Affandi, diketahui tempat makan tersebut belum memiliki izin parkir karena baru buka pada 29 April yang lalu, bertepatan dengan dimulainya libur pelayanan perizinan di Pemkab Sleman, sehingga belum bisa mengurus perizinan ke Dishub.
Pihak Mie Gacoan Jalan Affandi tersebut pun bersepakat akan segera mengurus izin parkir setelah layanan kantor dibuka.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Tag
Berita Terkait
-
Viral Mobil Parkir Sembarangan di Sepanjang Jalan Malioboro, Delapan Mobil Ditilang Polisi
-
Viral Mobil Parkir Sembarangan Hingga Tutup Jalan di Priuk Tangerang, Netizen Meradang: Otaknya Ketinggalan!
-
Kunjungan Wisatawan ke Malioboro Meningkat Selama Libur Lebaran, Pengangkutan Sampah Dilakukan 6 Kali Sehari
-
Masih Ada Wisatawan Belum Vaksin Booster, Pemkot Jogja Sediakan Posko Vaksin di Abu Bakar Ali dan Titik Nol
-
Minta Maaf Soal Dugaan Pungli Parkir Mie Gacoan Gejayan, Pihak Resto Buka Suara
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Palu dan Amarah Terpendam: Remaja 16 Tahun di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Gegara Hal Sepele
-
Mahasiswa Serang Mahasisiwi di Pekanbaru Diduga Karena Obsesi, Ini Sosok Terduga Pelaku
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
-
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
-
Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!
-
6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
-
Sisi Hangat John Tobing Pencipta Lagu 'Darah Juang', Begini Sosoknya di Mata Keluarga!
-
Ngeri! Sopir Calya Ugal-Ugalan di Gunung Sahari Ternyata Bawa 4 Pelat Palsu, Sajam, dan Senpi Mainan
-
Hotman Paris Dampingi Keluarga Fandi Ramadhan ke DPR, Protes Tuntutan Mati Kasus 2 Ton Sabu