Suara.com - Pernikahan menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar orang. Apalagi bila pernikahan tersebut telah direncanakan matang-matang oleh kedua belah pihak.
Namun miris, seorang mempelai wanita di Desa Gambiran, Maospati, Magetan, Jawa Timur ini justru merasakan hal yang sebaliknya. Pasalnya sang mempelai wanita harus merasakan berdiri sendiri di pelaminan meski sudah mengenakan pakaian dan riasan pernikahan.
Dalam video yang viral beredar di media sosial, terlihat dekorasi dan pelaminan pernikahan tetap dipasang sebagaimana mestinya. Tampak dua keluarga duduk di kursinya masing-masing dengan ekspresi datar.
Ekspresi yang sama juga diperlihatkan sang mempelai wanita yang tampak berdiri di tengah-tengah pelaminan tanpa didampingi pasangannya. Meski ia terlihat sangat cantik dengan kebaya putih dan rangkaian bunga melati di mahkotanya, sang mempelai wanita tampak hanya menatap datar ke arah depan.
Ia tampak tengah diarahkan untuk berfoto bersama para pagar ayunya yang serasi dengan pakaian bernuansa hitam dan biru.
"Sedih campur jengkel. Di saat hari pernikahan di desa Gambiran tanggal 08/05/2022, pengantin laki-laki kabur atau tidak datang di acara resepsi yang sudah dipersiapkan pihak keluarga wanita tanpa ada penjelasan yang pasti," tutur akun Instagram @andreli_48 yang memviralkan kembali konten tersebut.
Dipantau di unggahan @andreli_48 berikutnya, terlihat potret sang mempelai pria yang tampaknya diviralkan oleh pihak kerabat pengantin perempuan.
"Orang ini tetap dipantau dimana dia berada dan diberi pelajaran karena tak hadir di pelaminan rumah pengantin wanita," tegas pemilik akun Facebook Nadiya, dikutip Suara.com, Rabu (11/5/2022).
Pria yang terlihat berkaus biru di foto itu disebut tidak hadir di hari pernikahannya sendiri tanpa penjelasan. Padahal seluruh kebutuhan pernikahan telah disiapkan tanpa terkecuali oleh pihak pengantin wanita.
"Wajah pengantin pria yang tidak datang di hari pernikahan. Padahal semua persiapan pernikahan seperti MUA, dekorasi, katering, hingga tenda sudah disiapkan oleh pihak pengantin wanita," terang @andreli_48.
Malangnya nasib pengantin wanita di Maospati ini pun menjadi sorotan publik dan menuai banyak komentar. Bahkan salah satu warganet juga mengungkap kalau si mempelai pria sudah pernah melakukan penipuan.
"(Dia) pernah beli kelapa muda, waktu dikasih malah gak mau bayar," ungkap seorang warganet. "(Dia) ngaku-ngaku bos degan ... kaya raya."
"Kasian yang jomblo belum dapet jodoh, ini udah dapet istri malah kabur.. kadal.." komentar warganet.
"Ambil hikmahnya aja, mungkin bukan jodoh. Kalau jadi nikah nanti banyak mudharat dan masalahnya. Nanti diganti dengan pasangan yang baik aamiin," imbuh warganet lain.
"Ada hukum atau undang-undangnya ga sih? Buat ngejerat si cowo nya. Apa masuknya pasal penipuan? Kasihan bakal malu seumur hidup," ujar warganet.
"Ortunya datang. Anaknya malah kaga datang," timpal yang lainnya.
Untuk video selengkapnya dapat disaksikan di sini.
Tag
Berita Terkait
-
Mengerikan! Kecelakaan Beruntun di Pintu Tol Jagorawi Arah Jakarta, Tiga Mobil Ringsek Hingga Nyungsep ke Pinggir Jalan
-
Angin Puting Beliung Terjang Gunung Kencana, Diduga Komplotan Maling Hewan Ternak 7 Pria di Lebak Diamuk Massa
-
Tulis Harga Sosis Murah Lima Ribu Dapat Dua, Ternyata Ada Angka Tersembunyi
-
Viral Baliho Pasutri Bersaing Maju Pemilihan Kepala Desa di Lamongan, Visi Sang Istri Jadi Sorotan
-
Enggak Tega! Seekor Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Pinggir Pantai dengan Tubuh Terbelah Dua
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!